Baru 2 Bulan Bebas, Residivis di Badung Ditangkap Polisi karena Jambret Tas

I Gusti Bagus Alit Sidi W ยท Rabu, 27 November 2019 - 19:00 WIB
Baru 2 Bulan Bebas, Residivis di Badung Ditangkap Polisi karena Jambret Tas

Residivis di Badung Bali yang baru dua bulan bebas, ditangkap polisi karena menjambret ibu yang akan ke pasar. (Foto: iNews/I Gusti Bagus Alit Sidi W)

BADUNG, iNews.id – Baru dua bulan keluar dari penjara, pemuda di Badung, Bali menjambret ibu rumah tangga yang akan pergi ke pasar. Pelaku mengaku menjambret agar bisa berfoya-foya dan membeli minuman keras di tempat hiburan malam.

I Nyoman Adi Wahyu (23) yang baru bebas dari Lapas Kerobokan, Badung, Bali, kembali mendekam di sel tahanan setelah dibekuk tim Opsnal Reskrim Polsek Abiansemal, Badung, Bali. Residivis asal Banjar Dinas Selat Beringkit, Desa Mengwitani, Kecamatan Mengwi, Badung ditangkap setelah menjambret Ni Made Marini (43).

Aksi ini terjadi Rabu (27/11/2019) pagi sekitar pukul 05.00 WITA. Saat itu korban berangkat dari rumahnya di Banjar Kedewatan, Desa Bongkasa, Abiansemal, Badung dengan mengendarai sepeda motor. Saat korban melintas di Jalan Raya Sibang Gede, Abiansemal, tersangka memepet korban dan menarik paksa tasnya hingga tali tas putus.

Di dalam tas korban terdapat handphone dan uang tunai milik korban sebesar Rp300.000. Meski sempat berteriak minta tolong, namun karena kondisi jalan yang sepi, tersangka berhasil kabur.

BACA JUGA: Jambret di Pontianak Ditembak Petugas karena Berusaha Kabur saat Ditangkap

Korban lantas melaporkan kejadian ini ke polisi yang langsung bergerak menyelidiki kasus ini. Kecurigaan polisi mengarah pada tersangka yang berprofesi sebagai satpam.

Kapolsek Abiansemal, Badung, Kompol Ida Bagus Putu Mertayasa mengatakan pelaku ditangkap di tempatnya bekerja pada salah satu vila di Banjar Cepaka, Kediri, Tabanan, Bali. Kepada petugas, tersangka mengaku baru sekali melakukan aksi penjambretan dan beraksi seorang diri.

“Apakah pelaku terlibat sebuah jaringan atau tidak masih kami selidiki,” katanya, Rabu (27/11/2019).

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHP ayat 2 tentang Pencurian dengan Pemberatan dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun.


Editor : Umaya Khusniah