Bule Rusia Penyelundup Orangutan di Denpasar Divonis 12 Bulan Penjara

Bona Jaya ยท Kamis, 11 Juli 2019 - 20:49 WIB
Bule Rusia Penyelundup Orangutan di Denpasar Divonis 12 Bulan Penjara

Andrei Zhetkov (28), warga negara Rusia hanya bisa tertunduk saat mendengarkan putusan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar yang menghukumnya selama 12 bulan. (Foto: iNews.id/Bona Jaya)

DENPASAR, iNews.id – Andrei Zhetkov (28), warga negara Rusia divonis 12 bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Bali, Kamis (11/7/2019).

Terdakwa kasus penyelundup orangutan yang ditangkap di Bandara Ngurah Rai, Bali itu dinyatakan terbukti bersalah menyimpan satwa langka yang dilindungi negara.

“Menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah melakukan tindak pidana mengangkut satwa liar yang dilindungi negara dan menjatuhkan hukuman penjara selama 1 tahun dikurangi selama terdakwa dalam tahanan dan denda Rp10 juta subsider dua bulan kurungan,” kata Ketua majelis hakim PN Denpasar, Bambang Ekaputra dalam amar putusannya.

Menurut majelis hakim, hal memberatkan perbuatan terdakwa bertentangan dengan undang-undang dan upaya pemerintah melindungi satwa di Indonesia.

BACA JUGA: Selundupkan Orangutan Dalam Koper, Turis Rusia Ditangkap di Bali

Menanggapi putusan hakim tersebut, kuasa hukum terdakwa Wayan Budita mengatakan kliennya akan pikir pikir dulu. “Klien kita menyatakan pikir-pikir sesuai batas waktu yang ditentukan,” katanya.

Diketahui, penyelundupan orangutan yang dilakukan terdakwa terjadi pada 22 Maret 2019 lalu, di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar saat akan berangkat ke negaranya.

Tragisnya, orangutan dan satwa lainya seperti, tokek dan bunglon dismpan di kotak rotan dalam kondisi tak sadarkan diri. Rencananya satwa dilindungi tersebut dijual di negaranya bersama temannya.

Menurut Serikat Internasional untuk Konservasi Alam, orangutan merupakan spesies yang terancam punah, dengan hanya sekitar 100.000 yang tersisa di seluruh dunia.

Empat pria Indonesia ditangkap tahun lalu karena menembak orangutan sebanyak 130 kali dengan pistol udara.


Editor : Kastolani Marzuki