Cerita Dramatis Evakuasi Pendaki Rusia yang Hilang di Gunung Agung

Yunda Ariesta ยท Sabtu, 26 Januari 2019 - 12:47 WIB
Cerita Dramatis Evakuasi Pendaki Rusia yang Hilang di Gunung Agung

Tim gabungan saat mengevakuasi pendaki asal Rusia yang hilang di Gunung Agung. (Foto: Yunda Ariesta)

KARANGASEM, iNews.id – Proses evakuasi pendaki asal Rusia bernama Alexander (38) yang hilang di Gunung Agung wilayah Karangasem, Bali, berlangsung dramatis. Petugas gabungan mengevakuasinya selamat di jarak 1,5 kilometer (Km) dari puncak gunung api aktif tersebut.

Informasi yang dirangkum, awalnya ada empat wisatawan asing yang nekat mendaki Gunung Agung kendati masih berstatus Siaga pada Kamis (24/1/2019). Identitas mereka yakni Alvis (27) asal Prancis, Sergey (30) dan Jhon (32) warga Ukraina, serta Alexander warga Rusia.

Saat malam, tiga pendaki bisa kembali ke base camp, namun tidak dengan Alexander. Dia pun dinyatakan hilang dan dilaporkan ke petugas.

BACA JUGA:Gigi Wu, Pendaki Gunung Berbikini Tewas Setelah Jatuh ke Jurang

Seorang relawan Komang Tamun mengatakan, mendapat laporan tim pencarian yang terdiri atas pemandu, Basarnas, TNI/Polri, untuk segera melakukan pencarian terhadap pendaki Rusia tersebut pada Jumat (25/1/2019) pagi.

Dia menceritakan awal proses pencarian ada 10 orang yang dibagi menjadi tiga kelompok. Seluruhnya bergerak menyusuri puncak Gunung Agung dengan penuh resiko karena potensi erupsi sangat rentan terjadi.

“Akhirnya dengan cepat pada pukul 09.00 pagi, tim satu menemukan Alexander dalam keadaan lemas dengan tangan dan kaki kiri terkilir di radius 1,5 km dari puncak kawah Gunung Agung,” kata Komang Tamun, Sabtu (26/1/2019).

Menurutnya, untuk mengevakuasi Alexander, tim turun namun mengalami kesulitan akibat hujan yang mulai mengguyur.  Hal itu menjadikan lereng Gunung Agung penuh kabut dan jarak pandang pun terganggu. Belum lagi rasa was-was potensi banjir lahar dan erupsi.

Akhirnya pada pukul 19.00 WIB, tim berhasil sampai ke titik naik yaitu Desa Temukus, Rendang Karangasem. Walau kembali terjebak lantaran sungai jalan keluar desa tidak dapat dilalui akibat banjir lahar. “Setelah 3 jam banjir mulai surut, Alexander lantas dievakuasi ke Puskesmas Rendang untuk mendapatkan pertolongan medis,” ujarnya.


Editor : Donald Karouw