Gara-gara Gunting Hilang, PRT di Gianyar Disiram Majikan dengan Air Panas

Bona Jaya ยท Rabu, 15 Mei 2019 - 18:35 WIB
Gara-gara Gunting Hilang, PRT di Gianyar Disiram Majikan dengan Air Panas

Eka Febriyanti menceritakan penganiayaan yang dialaminya dari sang majikan, saat membuat pengaduan ke Polda Bali, Rabu (15/5/2019). (Foto: iNews/ Bona Jaya)

DENPASAR, iNews.id – Sungguh tragis nasib seorang pembantu rumah tangga (PRT) asal Kabupaten Jember, Jawa Timur (Jatim), yang bekerja di rumah kawasan Gianyar, Bali. Hanya gara-gara gunting hilang, korban, Eka Febroyanti (21), harus menerima siraman air panas berkali-kali dari majikannya.

Akibatnya, korban mengalami luka bakar parah di sekujur tubuh, terutama punggungnya. Korbvan akhirnya melaporkan penganiayaan yang dilakukan sang majikan ke Polda Bali. Saat ini, kasus tersebut diselidiki Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Ditreskrimum Polda Bali.

Didampingi kuasa hukum dan sahabatnya, korban Eka Febriyanti mendatangi SPKT Polda Bali, Rabu (15/5/2019).Sambil menahan perih akibat siaman air panas di punggungnya, Eka menceritakan peristiwa yang dialaminya pada 7 Mei 2019.

BACA JUGA:

Viral PRT di Tangsel Dituduh Mencuri, Rambutnya Digunduli Eks Majikan

PRT Luka di Sekujur Tubuh akibat Disiksa Majikan di Pematangsiantar

Eka mengatakan, saat itu majikannya berinisial DKW meminta dia mencari gunting yang hilang. Namun, lantaran gunting tersebut tidak ditemukan, sang majikan marah. Korban pun akhirnya menerima menerima hukuman dengan disiram air panas secara perlahan. Bahkan, ada dua panci besar air panas yang disiram ke tubuhnya.

Eka akhirnya melarikan diri dari rumah majikan. Dia sempat bersembunyi di sebuah warung. Pemilik yang kasihan melihat kondisinya memberikan uang kepada Eka. “Setelah kabur dari rumah majikan, saya berhenti di bu warung, saya sembunyi di situ dulu. Saya dikasih uang untuk ongkos dan kue,” kata Eka Febriyanti.

Berbekal uang tersebut, Eka akhirnya bertemu temannya yang menemani dia ke puskesmas untuk berobat. Petugas puskesmas kemudian menyarankan Eka untuk melaporkan peristiwa tragis yang dia alami kepada pihak kepolisian.

Saat ini, Polda Bali masih menangani kasus dugaan penganiayaan tersebut. Korban berharap majikannya diproses hukum sehingga dia bisa mendapatkan keadilan.


Editor : Maria Christina