Gempa Bumi M4,9 Guncang Jembrana Diikuti 3 Gempa Susulan, Ini Penjelasan BMKG

Donald Karouw ยท Senin, 12 Agustus 2019 - 08:10 WIB
Gempa Bumi M4,9 Guncang Jembrana Diikuti 3 Gempa Susulan, Ini Penjelasan BMKG

Ilustrasi gempa bumi. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memutakhirkan kekuatan gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali, Senin (12/8/2019) pukul 05.51 WIB dari Magnitudo 5,0 menjadi M=4,9. Hingga pukul 06.12 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan ada tiga kali gempa bumi susulan (aftershocks).

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 9,92 Lintang Selatan (LS) dan 113,89 Bujur Timur (BT). Gempa berlokasi tepat di laut pada jarak 189 km arah barat daya Kota Negara, Kabupaten Jembrana, pada kedalaman 68 kilometer (km).

“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dalam siaran persnya.


BACA JUGA: Gempa Bumi Magnitudo 5 Guncang Jembrana, Terasa di Kuta, Denpasar, dan Jember


Menurut analisis BMKG, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi berkedalaman dangkal ini diakibatkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempeng Eurasia.

”Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan jenis sesar naik (Thrust Fault),” kata Rahmat.

Rahmat mengatakan, berdasarkan laporan masyarakat, dampak gempa bumi berupa guncangan dirasakan di wilayah Denpasar dan Kuta, Bali. Kemudian di Banyuwangi dan Jember, Jawa Timur (Jatim). Getaran dirasakan dalam skala intensitas II MMI. Artinya, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda yang digantung bergoyang.

BMKG mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diminta memeriksa dan memastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan.

“Mohon cermati dan terus berlatih langkah-langkah praktis untuk antisipasi bahaya gempa bumi, baik pada saat persiapan sebelum gempa, saat dan setelah gempa bumi,” kata Rahmat.

Selain itu, BMKG meminta masyarakat untuk memastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi.


Editor : Maria Christina