Gempa Mataram NTB Terasa di Nusa Dua, Peserta Aifed 2018 Tetap Tenang

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Kamis, 06 Desember 2018 - 09:55 WIB
Gempa Mataram NTB Terasa di Nusa Dua, Peserta Aifed 2018 Tetap Tenang

Gempa yang mengguncang Mataram NTB tak membuat goyah peserta Aifed 2018 di Nusa Dua, Bali, Kamis (6/12/2018).

BALI, iNews.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan adanya gempa berkekuatan 5,7 Skala Richter (SR) di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Gempa ini terasa hingga Nusa Dua, Bali pada pukul 09.00 WITA.

Pada penyelenggaraan The 8th Annual International Forum on Economic Development and Public Policy (Aifed) di Hotel Inaya Nusa Dua, Bali terasa gempa yang cukup besar selama beberapa saat. Namun, peserta masih tetap
berada di tempat masing-masing sembari menunggu instruksi dari pihak keamanan.

"Seperti ada gempa. Merasa ada gempa tidak?" kata salah satu peserta forum, Desi Aggraeni kepada iNews.id, Kamis (6/12/2018).

BACA JUGA: Gempa Bumi 5,7 SR di Mataram NTB, Ini Penjelasan BMKG

Setelah beberapa saat, gempa mulai mereda dan tampak suasana tetap tenang. Saat ini, para peserta acara masih di dalam ruangan menunggu acara di mulai tanpa ada keributan mengenai gempa.

Berdasarkan Twitter BMKG, gempa ini berkedalaman 10 kilometer atau 23 km dari arah barat laut. Gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Hasil Badan Meterorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kekuatan gempa itu telah dimutakhirkan menjadi 5,3 SR. Pusat episenter terletak pada koordinat 8,5 lintang selatan (LS) dan 116,06 bujur timur (BT), atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 10 kilometer (Km) arah barat laut Kota Mataram, dengan kedalaman 10 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter, kedalaman hiposenter, dan mekanisme sumbernya, maka gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas Sesar Naik Flores (Flores Back Arc Thrust).

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” ujar Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dalam keterangan tertulisnya, Kamis (6/12/2018).


Editor : Djibril Muhammad