Gempa Rusak Sejumlah Rumah dan Fasilitas Umum di Jembrana Bali

Antara ยท Kamis, 11 Oktober 2018 - 07:40 WIB
Gempa Rusak Sejumlah Rumah dan Fasilitas Umum di Jembrana Bali

Warga berdiri di antara puing-puing rumahnya yang rusak diguncang gempa di Situbondo, Jatim. Gempa juga merusak sejumlah rumah di Bali. (Foto: Istimewa)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

BALI, iNews.id – Gempa bumi berkekuatan 6,4 Skala Richter dan dimutakhirkan menjadi 6,3 SR pada Kamis (11/10/2018) pukul 02.44 Wita, merusak sejumlah rumah milik warga dan fasilitas umum di Kabupaten Jembrana, Bali. Namun, belum ada laporan korban jiwa maupun luka-luka.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana I Ketut Eko Susilo memaparkan, pantauan sementara BPBD, beberapa rumah warga yang rusak ditemukan di di Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, di Kelurahan Loloan Timur, Kecamatan Jembrana, dan Kelurahan Loloan Barat, Kecamatan Negara.

“Di Dusun Pasar, Desa Yehembang, tembok setengah jadi milik Komang Ariyanta mengalami kerusakan sedangkan rumah Pariana Wijaya yang masih bertetangga dengannya mengalami kerusakan pada atap,” kata I Ketut Eko Susilo di Negara, Jembrana, Kamis pagi.

BACA JUGA:

Gempa Guncang Jawa Timur dan Bali, Tiga Tewas

Gempa 6,4 SR Situbondo, Ini Daerah Lain yang Rasakan Guncangan

Penjelasan BMKG soal Jenis Gempa 6,4 SR di Situbondo

Sementara di Kelurahan Loloan Barat, tembok kamar mandi Wahidin rusak cukup parah. Namun, pemilik rumah beserta keluarganya bisa menyelamatkan diri.

Selain tempat tinggal pribadi, sejumlah bangunan fasilitas umum juga mengalami kerusakan seperti candi bentar (gapura) Kantor Samsat Jembrana yang nyaris roboh. Tembok SD Negeri 1 Loloan Timur juga mengalami kerusakan ringan.

Di Kelurahan Loloan Timur, rumah seorang warga di Jalan Gunung Semeru, mengalami kerusakan. Namun seluruh anggota keluarganya selamat dari gempa yang dirasakan cukup kuat di wilayah Kabupaten Jembrana tersebut.

“Kami masih terus melakukan pemantauan langsung ke lapangan, maupun menunggu laporan dari masyarakat maupun aparat desa terkait kerusakan akibat gempa,” kata I Ketut Eko Susilo.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jembrana Rahmat Prasetya mengatakan, jika dihitung dari pusat gempa, kekuatan guncangan yang sampai di Kabupaten Jembrana berada pada skala III sampai IV MMI. Di beberapa titik yang mengalami kerusakan kekuatannya mencapai V sampai VI MMI.

“Kalau kekuatan di pusat gempa pakai skala ritcher, sedangkan daerah yang merasakan dampak gempa diukur dalam skala MMIi,” katanya.

Gempa kuat yang dirasakan di Kabupaten Jembrana sekitar pukul 03.00 Wita tadi membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah. Dia bersama keluarganya memilih duduk-duduk di jalan depan rumahnya sampai menjelang pagi karena khawatir ada gempa susulan yang lebih kuat.

“Saya merasakan dua kali getaran, yang pertama lemah baru yang kedua keras sekali. Saya lari keluar rumah sambil menggendong anak saya yang masih kecil," kata Farid, salah seorang warga Desa Tegalbadeng Barat.

BMKG mencatat, gempa bumi terjadi di wilayah Laut Bali pukul 01.44.57 WIB itu dibangkitkan deformasi atau pemisahan batuan dengan mekanisme pergerakan sesar naik. Guncangan gempa itu dilaporkan dirasakan di daerah Denpasar dan Gianyar, Bali. Di wilayah Jawa Timur, gempa dirasakan di Karangkates, Malang, Situbondo, Sumenep Madura. Selain itu juga di Lombok Barat dan Mataram, NTB. Namun, gempa tidak berpotensi tsunami.


Editor : Maria Christina