Gunung Agung Belum Stabil, Status Masih Siaga

Antara ยท Sabtu, 07 Juli 2018 - 09:34 WIB
Gunung Agung Belum Stabil, Status Masih Siaga

Asap dan abu vulkanik keluar dari kawah Gunung Agung terlihat dari Desa Batuniti, Karangasem, Bali. (Foto: Antara)

KARANGASEM, iNews.id - Kondisi Gunung Agung terpantau masih belum stabil dan berpotensi mengalami erupsi susulan dengan intensitas relatif kecil. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masih menepatkan level Gunung Agung berstatus siaga atau level tiga. Warga dilarang beraktivitas dalam radius empat kilometer dari puncak kawah.

Kepala Sub Bidang Mitigasi Pemantauan Gunung Api Wilayah Timur PVMBG, Devy Kamil Syahbana menyatakan, dengan kondisinya saat ini, potensi erupsi yang lebih besar dari yang terjadi sebelumnya masih relatif kecil.

“Karena saat ini estimasi kami terhadap magma yang ada di dalam tubuh gunung masih belum signifikan," ujar dia saat ditemui di Pos Pengamatan Gunung Agung, Desa Rendang, Karangasem, Sabtu (7/7/2018).

Untuk aktivitas terkini Gunung Agung sejak Pukul 00.01 WITA hingga Pukul 09.00 Wita, secara visual masih mengamati ada asap putih dengan ketinggian 200-300 meter dari atas puncak. "Masyarakat yang di luar radius empat kilometer diimbau untuk tetap tenang dan tidak panik," ujarnya.

Sedangkan dalam enam jam terakhir, jumlah aktivitas vulkanik hanya mengalami enam kali gempa embusan. Gempa embusan merupakan gempa berkonten rendah yang mengindikasikan adanya pergerakan fluida dominan ke permukaan.

"Kalau ada gempa vulkanik mengindikasikan adanya pergerakan magma ke kedalaman. Namun saat ini kami melihat adanya pengurangan tendensi suplai magma ke permukaan," kata Devi.

Untuk deformasi Gunung Agung terlihat masih berfluktuasi. Namun secara umum belum ada pengembungan perut gunung atau penambahan volume magma yang signifikan di dalam tubuh gunung tertinggi di Bali ini.

"Secara geokimia, kami telah mengukur gas yang masih terekam 400 ton per hari, dibandingkan hari sebelumnya lebih besar sekitar 1.000 ton per hari," ucapnya.

Namun, dari jumlah gas tersebut mengindikasikan Gunung Agung mengalami sistem terbuka atau gas-gas ini bisa naik ke permukaan relatif lebih mudah. "Hal ini sangat baik untuk mengurangi tekanan di dalam tubuh Gunung Agung," ujar Devi.


Editor : Himas Puspito Putra