Gunung Agung Erupsi Hampir 4 Menit, Lontarkan Lava Pijar Sejauh 700 Meter

Yunda Ariesta ยท Kamis, 13 Juni 2019 - 10:23 WIB
Gunung Agung Erupsi Hampir 4 Menit, Lontarkan Lava Pijar Sejauh 700 Meter

Ketua Tim Tanggap Darurat Erupsi Gunung Agung, Kristianto menjelaskan aktivitas Gunung Agung yang kembali erupsi Kamis dini hari tadi di Kabupaten Karangasem, Bali, Kamis (13/6/2019). (Foto: iNews/Yunda Ariesta)

KARANGASEM, iNews.id – Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali, kembali erupsi, pada Kamis (13/6/2019) pukul 01.38 Wita tadi dan melontarkan lava pijar sejauh 700 meter. Hingga saat ini, aktivitas Gunung Agung terpantau tetap tinggi, ditandai dengan gempa embusan yang masih terus terekam.

Ketua Tim Tanggap Darurat Erupsi Gunung Agung, Kristianto mengatakan, erupsi Gunung Agung dini hari tadi tercatat memiliki amplitudo 30 mm dengan durasi 3 menit 53 detik. Saat erupsi, warga di lingkar Gunung Agung juga mendengar dentuman yang cukup keras. Sementara tinggi kolom abu tak teramati karena gunung dalam kondisi tertutup kabut.

“Untuk visual gunung dari pos tidak teramati karena gunung tertutup kabut. Namun dari CCTV yang dari arah Timur, dapat terpantau terjadi lontaran lava pijar dengan jarak kurang dari 700 meter. Ini diperkirakan dominannya ke arah Timur Laut,” kata Kristanto.


BACA JUGA: Gunung Agung Kembali Erupsi, Semburkan Abu Setinggi 1.000 Meter


Hingga pagi ini, seismograf Pos Pengamatan Gunung Agung masih mencatat gempa embusan di tubuh gunung. Hal ini menunjukkan aktivitas Gunung Agung masih tinggi. “Sampai saat ini, gempa-gempa embusan masih terpantau dan sampai pagi ini masih efektif,” katanya.

Status Gunung Agung masih dalam level Siaga. Letusan masih rentan terjadi. Warga diimbau tak memasuki zona bahaya 4 kilometer (km) dari tubuh gunung.


BACA JUGA: Gunung Agung Kembali Meletus, Semburkan Kolom Abu Setinggi 2.000 Meter


Kondisi lereng yang diguyur hujan lebat membuat pihak Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarat yang berada di bantaran sungai berhulu di Gunung Agung agar waspada terhadap aliran lahar dingin.

“Karena dari malam turun hujan sedang sampai lebat sampai pagi ini, diimbau kepada masyarakat yang bermukim di bantaran sungai yang berhulu mewaspadai lahar Gunung Agung,” katanya.


Editor : Maria Christina