Gunung Agung Kembali Erupsi, Tinggi Kolom Abu Capai 2 Km

Antara, Donald Karouw ยท Jumat, 31 Mei 2019 - 11:54 WIB
Gunung Agung Kembali Erupsi, Tinggi Kolom Abu Capai 2 Km

Gunung Agung di Kabupatan Karangasem, Provinsi Bali, kembali erupsi, Jumat siang (31/5/2019). (Foto: Twitter)

DENPASAR, iNews.id – Gunung Agung, di Kabupaten Karangasem, Bali, kembali mengalami erupsi pada Jumat (31/5/2019) pukul 11.42 WITA. Tinggi kolom abu teramati sekitar 2 kilometer (km) di atas puncak.

“Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur laut dan timur,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali I Made Rentin di Denpasar.

Erupsi gunung dengan ketinggian 5.142 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi ± 8 menit 4 detik.

“Berdasarkan informasi yang kami terima, juga terdengar suara gemuruh di Pos Pengamatan Gunungapi Agung, di Desa Rendang, Kabupaten Karangasem,” ujarnya.

BACA JUGA:

Gunung Agung Kembali Meletus dan Bergemuruh Malam Ini

Pascaerupsi Gunung Agung, 6 Kabupaten di Bali Terdampak Hujan Abu

Saat ini, ujar Rentin, Gunung Agung masih berada pada Status Level III (Siaga). Dia mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pengunjung tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya. Zona ini berada di seluruh area di dalam radius 4 km dari kawah puncak Gunung Agung.

“Zona Perkiraan Bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi. Zona ini dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung yang paling aktual atau terbaru,” katanya.


BACA JUGA: Pascaerupsi Jumat Malam, Gunung Agung Alami Deflasi dan Akan Sering Meletus


Berdasarkan hasil metode RGB (Red Green Blue) Citra Satelit Cuaca Himawari pada pukul 12.00 WITA, debu vulkanik Gunung Agung terdeteksi bergerak ke arah selatan.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam Twitter-nya menyampaikan, meski Gunung Agung kembali erupsi, kondisi Bali masih aman.

“Status Siaga. Daerah bahaya ada di dalam radius 4 km dari puncak. Di luar itu aman. Lebaran ke Bali tetap aman,” kata Sutopo.


Editor : Maria Christina