Gunung Agung Muntahkan Lava Pijar, Ribuan Warga Karangasem Mengungsi

Anak Agung Ari Wiradarma ยท Kamis, 28 Juni 2018 - 22:55 WIB
Gunung Agung Muntahkan Lava Pijar, Ribuan Warga Karangasem Mengungsi

Warga Sebudi, Karangasem, Bali bersiap mengungsi ke tempat aman setelah Gunung Agung meletus. (Foto: iNews.id)

KARANGASEM, iNews.id - Ribuan warga Karangasem, Bali kembali mengungsi ke sejumlah tempat yang lebih aman menyusul meningkatnya kembali aktivitas Gunung Agung, Kamis (28/6/2018).

Gunung berapi aktif di Pulau Dewata itu meletus pada Rabu (27/6/2018) malam dengan memuntahkan abu vulkanik setinggi 2.000 meter. Kamis malam ini, gunung tersebut kembali meletus disertai suara gemuruh dan mengeluarkan sinar api dari puncak gunung.

Ribuan warga ini berasal dari empat desa yang lokasinya berada di kawasan rawan bencana (KRB), yakni Desa Sebudi, Temukus, Besakih, dan Pure. Mereka mengungsi swadaya menggunakan sepeda motor dan mobil bak terbuka dengan membawa perbekalan seadanya.

Salah seorang warga, Ni Wayan Sri Armayanti mengaku panik dan memilih mengungsi ke balai banjar di Desa Rendang yang berada dalam radius 5 kilometer dari puncak gunung.

Wayan dan warga lainnya bahkan tidak sempat sempat membawa perbekalan karena mereka takut dengan suara gemuruh yang semakin keras. Bahkan secara visual, warga mulai melihat pijar sinar api yang terus keluar ke kawah gunung tersebut.

“Saya hanya bawa pakaian seadanya saja. Besok rencananya mau kembali lagi ke rumah untuk bawa barang-barang yang masih tertinggal,” kata Ni Wayan, Kamis (28/6/2018).

Kepala Desa Sebudi, I Gede Wenten mengatakan, suara gemuruh dari Gunung Agung sudah terdengar sejak Rabu malam dan hingga malam ini masih terjadi. “Suara gemuruh itu disertai asap merah dan sinar api. Karena takut terjadi sesuatu, kami ajak warga untuk mengungsi sementara ke desa terdekat yang jauh dari puncak gunung,” katanya.

Warga Desa Besakih, I Wayan Suriati mengaku khawatir dengan meningkatnya aktivitas Gunung Agung yang terus memuntahkan lava pijar. “Kami sementara mengungsi ke balai banjar Desa Nongan. Kalau kondisi Gunung Agung terus meningkat, kami minta pemerintah dapat memberi tempat mengungsi yang lebih layak,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki