Gus Syauqi: Muktamar PKB Ajang Refleksi dan Mengingat Jasa Ulama

Alex Aji Saputra ยท Rabu, 21 Agustus 2019 - 02:00 WIB
Gus Syauqi: Muktamar PKB Ajang Refleksi dan Mengingat Jasa Ulama

Pengurus Master C 19 menggelar Rakernas di Nusa Dua, Bali, Selasa (20/8/2019). (Foto: Koran SINDO/Alex Aji Saputra)

NUSA DUA, iNews.id - Ketua Dewan Pembina Master C 19, Gus Ahmad Syauqi Ma’ruf Amin mengapresiasi komitmen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk melanjutkan perjuangan para ulama.

Komitmen yang kerap disampaikan Ketua Umum PKB, Ahmad Muhaimin Iskandar (Gus Ami) dalam jargon “Jas Hijau” (Jangan Sekali-kali Hilangkan Jasa Ulama) itu, menurut Gus Syauqi, selaras dengan Visi Master C 19, yang merupakan akronim dari Masa Terang Cahaya 19.

“Muktamar PKB ke 5 ini, merupakan ajang refleksi buat pengurus dan kader partai yang dilahirkan oleh para ulama NU ini. Di beberapa kesempatan, Cak Imin juga mengimbau kepada seluruh pengurus dan kadernya tidak melupakan sejarah. Jargon Jas Hijau yang sering disampaikan Cak Imin sangatlah tepat. Sebab, lahirnya PKB tidak lepas dari peran para ulama, papar Gus Syauqi di sela-sela Rapat Kerja Nasional I, Masa Terang Cahaya 19 atau Master C19, di Nusa Dua, Bali, Selasa (20/8/2019).

Menurut Gus Syauqi, Kiai Ma’ruf bersama sejumlah ulama NU lainnya  turut membidani lahirnya partai warga Nahdliyin tersebut. Bahkan, sebelum PKB benar-benar lepas landas sebagai partai besar seperti sekarang ini, KMA adalah Ketua Tim 5. “Tim 5 ini ibarat peniup ruh bagi PKB," ungkapnya. 

BACA JUGA: Munas Alim Ulama PKB Hasilkan 5 Rekomendasi Dakwah ala Walisongo

Gus Syauqi mengungkapkan, saat itu KMA ditunjuk sebagai Ketua Tim 5 yang beranggotakan para kiai NU dari struktur PBNU maupun dari kultur pesantren. “Nah, jasa Tim 5 ini jangan sampai terlupakan" ucapnya.

Justru sebaliknya, lanjut Gus Syauqi, para ulama sepuh yang pernah ikut membidani lahirnya partai berlambang bola dunia ini dijadikan kebanggaan. Apalagi, beberapa di antaramya menjadi orang penting di republik ini. Ya, KMA menjadi Wakil Presiden untuk periode 2019-2024. “Menurut saya ini jadi kebanggaan PKB. Bahwa yang jadi wapres saat ini, orang asli PKB,” katanya.

Direktur Master C 19, Doddy Dwi Nugroho mengungkapkan, pihaknya sengaja menggelar Rakernas di Nusa Dua, agar bias bersilaturahim dengan para kiai dan kader NU yang juga hadir di arena Muktamar PKB ke 5.

“Visi Master C adalah mengawal Kiai Ma’ruf sebagai ulama sekaligus umara. Selain berdiskusi mematangkan program kerja, kita juga bisa bersilaturahim dengan para ulama dan kader NU di PKB, sekaligus juga mengawal kehadiran Kiai Ma’ruf di arena Muktamar ini,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki