Hujan Abu dari Gunung Agung, Ribuan Warga Panik dan Mengungsi

Anak Agung Ari Wiradarma ยท Minggu, 26 November 2017 - 00:08 WIB
Hujan Abu dari Gunung Agung, Ribuan Warga Panik dan Mengungsi

Warga menunjukkan abu dari Gunung Agung di layar ponselnya. (Foto: iNews/Ari Wiradarma)

KARANGASEM, iNews.id - Pascaletusan Gunung Agung, Karangasem, Bali, Sabtu, 26 November 2017, pukul 17.20 Wita dan disusul letusan kedua pukul 19.13 Wita, hujan abu melanda wilayah Desa Besakih dan sekitarnya. Akibatnya, ribuan warga panik dan kembali mengungsi.

Pantauan iNews, hujan abu cukup lebat melanda wilayah sekitar lereng Gunung Agung. Ribuan warga Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, yang merupakan salah satu daerah terdampak cukup parah, berkemas meninggalkan rumahnya. Mereka membawa berbagai perlengkapan untuk mengungsi, Sabtu malam. Sebagian juga turut membawa hewan peliharaan.

Hujan abu di wilayah ini memang terbilang cukup lebat dan tebal. Abu vulkanik sangat jelas terlihat mulai banyak menempel di pepohonan dan di kendaraan bermotor warga. Selain itu, warga mencium bau belerang yang sangat menyengat.

Menurut warga setempat, hujan abu baru terjadi sekitar satu jam setelah letusan pertama terjadi. Selain itu, warga juga mendengar suara sirene sebagai tanda peringatan telah berbunyi sehingga warga langsung berlarian ke wilayah yang lebih aman.

 

BACA JUGA:

Dampak Gunung Agung Meletus, 16 Penerbangan Dibatalkan

Kembali Meletus, Gunung Agung Lontarkan Abu Setinggi 1.500 Meter

Gunung Sinabung Meletus Lagi, Waspadai Erupsi Susulan


Dari informasi yang dihimpun di lapangan, dampak hujan abu ini juga melanda sejumlah desa lain di sekitar lereng Gunung Agung di antaranya Desa Menanga dan Desa Pempatan, yang berada di arah barat dan barat daya Gunung Agung. Sesuai arah embusan angin, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memperkirakan radius hujan abu telah mencapai 12 kilometer (km) lebih.

“Abu semakin parah dari jam 7 lebih (malam), tadinya enggak separah ini. Karena abunya lebih banyak, kami langsung turun. Tadi ada juga suara sirene, tanda peringatan. Kami belum tahu mau ke mana sekarang. Yang penting di sini aman dulu,” kata warga pengungsi Gusti Ngurah Artadana.

Pengungsi lain, Gusti Nila Diantari mengatakan, dia dan seluruh keluarganya mengungsi ke tempat terdekat. Mereka sempat kembali ke rumah karena tidak menyangka dampak letusan hari ini mengakibatkan hujan abu yang lebat.

“Sebelumnya kami sempat pulang ke rumah, trus ada letusan freatik lagi. Karena enggak separah ini, kami balik lagi. Tapi karena sekarang begini, kami sekeluarga mengungsi ke tempat terdekat dulu,” kata Gusti Nila Diantari.

Sejak Gunung Agung berstatus Awas, Desa Besakih memang termasuk salah satu zona merah karena berada dalam radius 6 km dari kawah Gunung Agung. Namun, pascastatus Gunung Agung turun menjadi siaga sejak sebulan lalu, sebagian besar warga justru mulai kembali ke rumah. Untuk kesekian kalinya, warga kini terpaksa bolak-balik ke pengungsian.


Editor : Maria Christina