Hujan Abu Gunung Agung Selimuti Lahan Pertanian di Kintamani

Anak Agung Ari Wiradarma ยท Jumat, 11 Januari 2019 - 17:50 WIB
Hujan Abu Gunung Agung Selimuti Lahan Pertanian di Kintamani

Seorang petani di Desa Batu Abang Dinding, Kintamani, Bali menyiram tanaman cabai yang terpapar abu vulkanik Gunung Agung. Mereka khawatir tanamannya akan mati jika tidak disemprot. (Foto: iNews.id/Anak Agung Ari WIradarma)

BANGLI, iNews.id – Hujan abu vulkanik Gunung Agung mengguyur Desa Abang Batu Dinding, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, Jumat (11/1/2019).

Selain di atap-atap rumah warga, abu vulkanik gunung tersebut juga menutupi tanaman pertanian. Para petani pun dibuat khawatir tanaman mereka akan mati akibat terkena abu vulkanik. Mengantisipasi kerugian yang besar para petani setempat mulai melakukan penyiraman terhadap tanamannya yang terpapar abu.

Kepala Desa Abang Batu Dinding, I Made Diksa mengatakan, hujan abu vulkanik melanda wilayah ini pada Kamis (10/1 2019) malam dan berlangsung selama setengah jam, pasca-Gunung Agung mengalami erupsi magmatik. Abu vulkanik banyak menempel di kendaraan bermotor hingga tanaman pertanian warga.

“Kalau tidak disiram, takutnya tanaman akan kering dan mati. Seperti kejadian tahun lalu, banyak tanaman mati karena kena abu vulkanik dan tidak disemprot,” katanya.

BACA JUGA:

PVMBG Sebut Erupsi Susulan Gunung Agung Bisa Terjadi Sewaktu-waktu

Kembali Erupsi, PVMBG: Gunung Agung Berstatus Siaga

Dia menuturkan, tanaman yang terkena abu vulkanik di antaranya cabai, bawang dan berbagai komuditas pertanian lainnya.

Menurut I Made, hujan abu vulkanik yang terjadi secara tiba-tiba tersebut, sempat membuat warga panik. Sebab pasokan alat pelindung diri berupa masker yang ada di desanya saat ini kosong. “Tidak ada masker, karena stok yang tahun kemarin sudah habis dibagikan ke warga. Apalagi, hujan abu ini kan datangnya mendadak,” ucapnya.

Sesuai laporan yang diterima PVMBG hujan abu vulkanik melanda sejumlah wilayah di bagian utara dan barat laut Gunung Agung, seperti Kabupaten Bangli dengan Kabupaten Buleleng.

Diketahui, Gunung Agung yang terletak di Kabupaten Karangasem, Bali, kembali erupsi pukul 19.55 WITA. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi kurang lebih 4 menit 26 detik.

Berdasarkan pemantauan Pos Pengamatan Gunungapi Agung, kolom abu tidak teramati dikarenakan tertutup kabut. Saat ini, status Gunung Agung berada pada level III atau Siaga.

BACA JUGA: Bandara Ngurah Rai Tak Terganggu Letusan Gunung Agung

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian ESDM mengimbau agar masyarakat di sekitar Gunung Agung, pendaki serta wisatawan tidak berada di zona prakiraan bahaya, dalam radius 4 kilometer dari kawah puncak.

 


Editor : Kastolani Marzuki