Jembrana 2 Kali Diguncang Gempa, Ini Penjelasan BMKG

Antara ยท Kamis, 25 Juli 2019 - 00:27 WIB
Jembrana 2 Kali Diguncang Gempa, Ini Penjelasan BMKG

Gempa kembali mengguncang Jembrana, Bali. (Foto: ilustrasi)

DENPASAR, iNews.id - Gempa bumi tektonik kembali melanda Kabupaten Jembrana, Bali dengan kekuatan Magnitudo 4,1, Rabu (24/7/2019) malam sekitar pukul 18.53 WITA.

Gempa yang berada pada jarak 57 km barat daya Kabupaten Jembrana, Bali itu terasa di wilayah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

"Dampak gempa bumi berdasarkan laporan masyarakat berupa guncangan dirasakan di wilayah Banyuwangi dengan skala II MMI," ujar Kepala Balai Besar Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar, M Taufik Gunawan, dalam keterangan resminya, di Denpasar.

Dia mengatakan, berdasarkan hasil analisa BMKG, gempa bumi bermagnitudo 4,1 tersebut episenternya terletak pada koordinat 8,86 LS dan 114,50 BT pada kedalaman 66 km.

"Dari hasil pemodelan kami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," kata Taufik Gunawan.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, ia menjelaskan, gempa bumi tersebut merupakan jenis gempa bumi menengah yang terjadi akibat aktivitas Subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia.

Sebelumnya, pada Rabu (24/7) pukul 09.29 WITA, gempa bumi tektonik berkekuatan 4,9 SR yang kemudian dimutakhirkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjadi 4,6 SR juga terjadi di Kabupaten Jembrana.

Guncangan gempa bumi tersebut dilaporkan dirasakan masyarakat di wilayah Kuta, Kabupaten Badung dengan skala IV MMI, dirasakan di wilayah Denpasar, Banyuwangi dan Jember dengan skala III MMI serta di wilayah Gianyar, Tabanan dan Lombok Utara dengan skala II MMI.

Taufik Gunawan mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi seperti media sosial Instagram, Twitter, website atau melalui aplikasi yang bisa diunduh di IOS maupun Play Store," katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk memeriksa bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa dan memastikan tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan.

"Mohon cermati dan terus berlatih langkah-langkah praktis untuk antisipasi bahaya gempa bumi, baik pada saat persiapan sebelum gempa, saat dan setelah gempa bumi," ujarnya.


Editor : Kastolani Marzuki