Kapal KMP Pratitha IV Berpenumpang 383 Orang Kandas di Selat Bali

Antara ยท Sabtu, 02 Februari 2019 - 19:26 WIB
Kapal KMP Pratitha IV Berpenumpang 383 Orang Kandas di Selat Bali

Ilustrasi. Wisatawan turut mendorong kapal cepat yang kandas saat akan menyeberang ke Pulau Nusa Lembongan dan Nusa Penida di Pantai Sanur, Denpasar, Bali, Minggu (30/12/2018). (ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo)

BALI, iNews.id – Kapal motor penumpang (KMP) Pratitha IV yang mengangkut 383 penumpang dan 22 kendaraan dari Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur (Jatim), menuju Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, kembali kandas karena terseret arus.

Informasi diperoleh, KMP Pratitha IV kandas saat hendak memasuki Pelabuhan Gilimanuk, setelah cuaca buruk mendadak terjadi di Selat Bali sekitar pukul 02.00 Wita dini hari. Tim gabungan dari SAR, TNI AL, Polsek Kawasan Laut Gilimanuk, Polisi Perairan dan otoritas pelabuhan melakukan evakuasi terhadap penumpang untuk dibawa ke darat.

Setelah sekitar lima jam melakukan evakuasi penumpang dengan kapal yang dimiliki tim gabungan, seluruh penumpang bisa diturunkan dari kapal untuk dibawa ke ruang VIP Pelabuhan Gilimanuk.

BACA JUGA:

Kapal Tongkang Terdampar di Depan Makam Keramat Jadi Objek Wisata

Kapal Pengangkut Semen Tenggelam di Bengkalis, 10 Penumpang Selamat

Saat seluruh penumpang sudah berhasil diselamatkan, KMP Pratitha IV masih kandas beserta kendaraan di atasnya, menunggu air pasang agar bisa berlayar kembali.

Sekitar pukul 09.00 Wita, air pasang datang sehingga kapal bisa lepas dari batu karang yang membuatnya kandas dan melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Gilimanuk.

Tidak ada korban jiwa maupun material dalam kejadian ini. Namun, perjalanan penumpang tertunda ke tujuan masing-masing karena menunggu kendaraan yang masih di dalam kapal yang kandas.

Di perairan yang memasuki Pelabuhan Gilimanuk dekat mercusuar, memang sering terjadi kapal kandas. Pasalnya di perairan ini banyak batu karang yang membuat kapal tersangkut.

Saat kapal kandas, biasanya petugas melakukan evakuasi terhadap penumpang. Sementara kapal dibiarkan menunggu air pasang untuk lepas dari batu karang dan melanjutkan perjalanan seperti biasa.


Editor : Maria Christina