Kapal Tak Bisa Bersandar, Ribuan Penumpang Telantar di Pelabuhan Padangbai Bali

Yunda Ariesta ยท Rabu, 12 Juni 2019 - 10:34 WIB
Kapal Tak Bisa Bersandar, Ribuan Penumpang Telantar di Pelabuhan Padangbai Bali

Para penumpang telantar di Pelabuhan Padangbaik, Kabupaten Karangasem, Bali, karena kapal feri belum bisa bersandar akibat cuaca buruk hingga Rabu (12/6/2019). (Foto: iNews/Yunda Ariesta)

KARANGASEM, iNews.id – Ribuan penumpang di Pelabuhan Padangbai, Kabupaten Karangasem, Bali, telantar, sejak Selasa malam (11/6/2019). Pasalnya, kapal feri dari Lembar tak dapat bersandar di dermaga 1 dan 2 akibat cuaca buruk dan gelombang pantai yang mencapai 2 meter.

Dari pantauan iNews pad Rabu (12/6/2019), penumpukan kendaraan dan penumpang sudah terjadi sejak pukul 21.00 WITA. Kondisi ini membuat banyak penumpang mengeluh, khususnya yang membawa anak balita. Beberapa di antara calon penumpang terpaksa tidur di sela-sela kendaraan.

“Saya dari jam 11 malam kemarin di sini. Seharusnya jam 3 sudah berangkat ke Lombok, tapi sampai sekarang kami masih bertahan di sini. Katanya kapal feri belum bisa bersandar karena cuaca buruk,” kata salah satu penumpang, Askes, Rabu (12/6/2019).


BACA JUGA: BMKG Ingatkan Potensi Gelombang Tinggi hingga 6 Meter di Laut Selatan Jateng-DIY


Sementara Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Ni Luh Putu Eka Suyasmini mengungkapkan, pagi ini, ada lima kapal feri yang seharusnya sudah tiba di dermaga 1 dan 2 Pelabuhan Padang Bai. Namun, karena gelombang tinggi, kapal tidak bisa bersandar.

“Ada lima kapal yang sudah masuk di alur belum bisa bersandar. Terakhir muat dari Pelabuhan Padangbaik pukul 2 tadi pagi. Sekitar 2.30 WITA, Dermaga 1 dan 2 sudah tidak berfungsi,” katanya.

Dia memdiperkirakan akan terjadi hingga satu hari ke depan. KSOP akan terus memantau perkembangan dan berkoordinasi dengan pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Karena itu, para calon penumpang diimbau untuk tetap sabar.

“Untuk sementara kapal feri dari Lembar tujuan Padang Baik belum bisa bersandar karena gelombang tinggi. Kami lihat dulu satu hari ke depan dan kami akan berkoordinasi dengan BMKG,” kata Ni Luh Putu Eka Suyasmini.


Editor : Maria Christina