Kasus Dugaan Penipuan, Eks Wagub Bali yang Kini Caleg Golkar Ditahan

Sindonews, Antara ยท Jumat, 05 April 2019 - 09:13 WIB
Kasus Dugaan Penipuan, Eks Wagub Bali yang Kini Caleg Golkar Ditahan

Ilustasi penahanan. (Foto: Istimewa)

DENPASAR, iNews.id – Mantan atau eks Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta yang juga maju sebagai caleg DPR RI dapil Bali dari Partai Golkar ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Bali, Kamis (4/4/2019) malam. Dia ditangkap saat diduga akan melarikan diri ke Singapura di Bandara Ngurah Rai Bali.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Hengky Widjaja mengatakan, I Ketut Sudikerta telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan penipuan dan penggelapan. Dia dilaporkan bos PT Maspion Group Surabaya Alim Markus.

“Tersangka sudah ditangkap pukul 14.19 Wita di Gate 3 Bandara Ngurah Rai Bali. Dan langsung menjalani pemeriksaan di ruang penyidik Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Bali," katanya, Kamis (4/4/2019).

Tersangka Sudikerta yang mengenakan baju kaus putih dan celana jeans hitam itu selanjutnya digiring ke Polda Bali. Dia diduga melakukan tindak pidana penipuan atau penggelapan dan atau menggunakan surat atau dokumen yang diduga palsu seolah-olah asli dan atau pencucian uang.

"Saya bukan bermaksud kabur ke luar negeri, untuk apa kabur? Saya justru ingin tanggung jawab,” ucap Sudikerta.

Dirreskrimsus Polda Bali Kombes Pol Yuliar Kus Nugroho membenarkan tersangka ditahan di Rutan Polda Bali karena sudah beberapa kali mangkir untuk proses penyidikan.

"Upaya penahanan ini untuk mempercepat proses penyidikan tersangka karena selama ini sering menghambat proses penyidikan," katanya.

Sebelumnya 3 Desember 2018, Polda Bali telah mencekal mantan Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta ke luar negeri karena dia telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan uang Rp150 miliar yang dilaporkan korban dari PT Maspion Grup.

Mereka menegaskan, penetapan cegah-tangkal terhadap Sudikerta dikeluarkan Polda Bali berdasarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) yang dikeluarkan Subdit II Ditrekrimsus tertanggal 30 November 2019.

Alat bukti yang kuat menetapkan tersangka Sudikerta sebagai tersangka yakni 26 dokumen hasil penyidikan di laboratorium forensik, di antaranya surat SHM palsu dan sertifikat tanah palsu yang dijual tersangka kepada pihak Maspion, bilyet giro, cek, enam lembar rekening koran BCA, empat lembar slip penarikan, telepon genggam, dan 24 saksi.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Sudikerta sudah dua kali diperiksa di Polda Bali terkait laporan LP/99/III/Ren 4.2/2018 SPKT Polda Bali tertanggal 15 Maret 2018 dan LP/367/Ren 4.2/2018/Bali/SPKT tertanggal 4 Oktober 2018.

Dalam laporan itu, Sudikerta dilaporkan menipu, menggelapkan, dan mencuci uang atas sebidang tanah kepada PT Maspion pada 2013 dengan SHM Nomor 5048/Jimbaran seluas 38.000 meter persegi dan tanah lain di dekat Pantai Balangan dengan SHM Nomor 16249 seluas 3.300 meter persegi.

Tersangka dikenakan Pasal 378 KUHP atau Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 263 Ayat (2) KUHP dan atau Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pemberantasan dan Pencegahan Tindak Pidana pencucian uang dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara serta denda paling banyak Rp10 miliar.


Editor : Donald Karouw