Kasus Narkoba, Anak Sulung Ketua DPRD Klungkung Bali Ditangkap Polisi

Antara ยท Kamis, 06 Desember 2018 - 14:53 WIB
Kasus Narkoba, Anak Sulung Ketua DPRD Klungkung Bali Ditangkap Polisi

Kapolresta Denpasar AKBP Ruddi Setiawan (kiri) bersama tersangka Sweta (tengah), anak kandung Ketua DPRD Klungkung, yang ditangkap atas kasus penyalahgunaan narkoba. (Foto: Antara/I Made Surya)

KLUNGKUNG, iNews.id – Satuan Reserse Narkoba Polresta Denpasar bersama tim Counter Transnational and Organized Crime (CTOC) Polda Bali menangkap Sweta (24) atas kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu. Pelaku yang diamankan diketahui merupakan anak sulung Ketua DPRD Klungkung, Bali, Wayan Baru.

"Tersangka kami tangkap pada Selasa petang (4/12) di Jalan Hangtuah, Denpasar Selatan. Iya, dia merupakan anak Ketua DPRD Klungkung," kata Kapolresta Denpasar AKBP Ruddi Setiawan, Kamis (6/12/2018).

Dia menjelakan, penangkapan itu dilakukan setelah polisi melakukan penyelidikan yang cukup lama hingga meringkusnya saat membawa sabu. Dia membeberkan kronologi penangkapan tersangka bermula dari informasi masyarakat lokasi di Jalan Hangtuah, Denpasar Selatan, sering terjadi transaksi narkotika.

Petugas selanjutnya menyelidiki selama beberapa hari di tempat tersebut dengan ciri-ciri yang sudah diketahui. Petugas melihat tersangka di TKP dan langsung menangkap, Selasa (4/12/2018) pukul 18.00 wita. Hasil penggeledahan ditemukan barang bukti satu paket sabu.

BACA JUGA: Ungkap Peredaran Narkoba, Mabes Polri Tembak Mati 2 Rekan Eric Cantona

Selanjutnya, petugas melakukan pengembangan dengan menggeledah rumah tersangka di Jalan Hangtuah, Denpasar Selatan. Hasilnya ditemukan barang bukti satu paket sabu di dalam kamar tersangka sehingga total barang bukti yang ditemukan 0,28 gram.

Tersangka mengaku sabu itu miliknya yang dibeli dari seorang bernama Roby. Dia mengaku tidak mengetahui keberadaannya karena hanya memesan dengan cara mentransfer uang kemudian mengambil tempelan.

"Akibat perbuatannya tersangka disangkakan melanggar Pasal 112 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun dan denda Rp800 juta," ujar Ruddi, didampingi Kasatnarkoba Polresta Denpasar Kompol Aris Purwanto.

Hasil pemeriksaan, tersangka yang pernah menjadi anggota ormas ini mengaku sudah lima bulan menggunakan narkoba dengan alasan mengikuti gaya hidup dengan teman-temannya.

"Kami tidak begitu saja percaya dengan keterangan tersangka. Penyelidikan akan dilakukan untuk mengetahui keterlibatannya hanya sebagai pemakai atau jaringan peredaran narkoba,” kata Ruddi.

Ketika ekspose di halaman Mapolresta Denpasar, tersangka yang dihadirkan mengakui dirinya merupakan anak kandung dari Ketua DPRD Klungkung Wayan Baru. "Ya ketua DPRD itu bapak kandung saya. Saya anak pertama," ucap tersangka Sweta.


Editor : Donald Karouw