Kasus Penganiayaan di Denpasar karena Penghuni Telat Bayar Uang Kos, Polisi Tetapkan 1 Tersangka

I Gusti Bagus Alit Sidi W ยท Selasa, 03 Desember 2019 - 12:00 WIB
Kasus Penganiayaan di Denpasar karena Penghuni Telat Bayar Uang Kos, Polisi Tetapkan 1 Tersangka

Kapolsek Denpasar Selatan Kompol I Nyoman Wirajaya menjelaskan kronologi penganiayaan penghuni kos yang menewaskan satu orang di Kota Denpasar, Bali, Selasa (3/12/2019). (Foto: iNews/I Gusti Bagus Alit Sidi W)

BADUNG, iNews.id – Polsek Denpasar Selatan telah menetapkan satu orang tersangka pada kasus penganiayaan penghuni kos hingga berujung tewasnya satu orang yang terjadi di Jalan Mekar II Blok A VII, Banjar Mekar Jaya, Desa Pemogan, Kota Denpasar, Bali, pada Jumat (29/11/2019). Tersangka bernama Komang Tri alias Doyok.

Buntut dari kasus bermotif keterlambatan membayar uang kos tersebut, polisi juga akan mengusut kasus pengeroyokan yang dialami tersangka pelaku penganiayaan. Sebab, pengeroyokan tersebut justru menjadi pemicu pelaku menganiaya para penghuni kos hingga menewaskan satu orang bernama I Nyoman Degdeg (35), dan melukai tiga teman-temannya.

Kapolsek Denpasar Selatan Kompol I Nyoman Wirajaya menjelaskan, kasus penganiayaan yang berujung pada pembunuhan sadis di sebuah rumah kos di kawasan Jalan Mekar II Blok A VII Banjar Mekar Jaya itu berawal dari tunggakan kos senilai Rp2,2 juta per bulan. Salah seorang penghuni kos berinisial KM belum membayar uang kos selama tiga bulan.

“Karena tak ada iktikad baik melunasi pembayaran uang kos, barang-barang milik KM dikeluarkan tuan rumah kos dan disimpan di suatu tempat,” kata Kapolsek Denpasar Selatan, Selasa (3/12/2019).

 

BACA JUGA: Penghuni Kos di Denpasar Tewas Ditebas saat Pesta Miras, Diduga karena Telat Bayar Uang Kos 

 

Saat barang-barang milik KM diantar ke kos, ternyata ada yang kurang. KM lalu menanyakan barangnya yang belum dikembalikan. Sopir yang mengangkut barang kemudian mengatakan barang milik KM akan dikembalikan jika tunggakan uang kos telah dilunasi. Tak terima, KM dibantu teman-temannya kemudian menahan sopir tersebut di rumah kosnya.

Sopir pun langsung menelepon majikannya dan melaporkan dirinya ditahan. Sempat terjadi perdebatan antara KM dan pemilik kos lewat telepon seluler (ponsel). Pemilik kos kemudian mengutus pelaku Mang Tri alias Doyok mengecek soal penahanan sopir itu.

Setibanya di TKP, pelaku melihat ada sejumlah orang berpesta miras. Pelaku sempat dikeroyok oleh KM dan teman-temannya. Namun, pelaku berhasil meloloskan diri setelah menyebut identitasnya berasal dari daerah yang sama dengan para pengeroyok.

 

BACA JUGA: Gegara Rokok, Guru Ngaji di Purworejo Pukul Istri hingga Lumpuh

 

Pelaku Komang Tri alias Doyok selanjutnya justru diajak minum miras sebanyak dua gelas. Pelaku kemudian mengaku pamit untuk kembali ke tempatnya bekerja.

“Ternyata, tersangka pulang untuk mengambil pedang. Tersangka kemudian kembali lagi mendatangi TKP dan penebas orang-orang yang telah mengeroyoknya,” kata Kapolsek.

Akibatnya, empat korban mengalami luka-luka hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Korban Nyoman Degdeg yang mengalami luka berat di bagian kepala dan lengan kanan bahkan tak dapat ditolong lagi dan meninggal dunia dalam perawatan di UGD RSUP Sanglah. Sementara tiga temannya luka-luka.

I Nyoman Wirajaya mengatakan, pascakejadian itu, polisi telah menahan enam orang saksi terkait kasus ini. Penyidik juga telah menyita pedang sebagai barang bukti.

“Tersangka Komang Tri alias Doyok yang saat ini telah ditahan di Polsek Denpasar Selatan dikenakan KUHP Pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan menyebabkan luka berat hingga meninggal dunia,” katanya.

Sementara itu, tersangka Doyok juga sudah melapor kasus pengeroyokan yang menimpa dirinya. Namun, Polsek Denpasar Selatan masih fokus menyidik kasus penebasan yang dilakukannya.


Editor : Maria Christina