Kasus Turis Jepang Lompat dari Apartemen di Kuta Bali Terekam CCTV, Begini Faktanya

Sindonews, Miftachul Chusna ยท Rabu, 27 November 2019 - 17:45 WIB
Kasus Turis Jepang Lompat dari Apartemen di Kuta Bali Terekam CCTV, Begini Faktanya

Ilustrasi rekaman CCTV. (Foto: Istimewa).

DENPASAR, iNews.id - Polisi masih menyelidiki kasus wisatawan Jepang, Mika Hasegawa (38), yang diduga lompat dari lantai dua apartemen di wilayah Kuta, Kabupaten Badung, Bali. Dalam rekaman CCTV, muncul fakta baru bahwa korban sempat diserang orang tak dikenal.

Kapolsek Denpasar Selatan, Kompol I Nyoman Wirajaya mengatakan, dalam rekaman CCTV, peristiwa itu terjadi pagi hari, tepatnya saat korban kembali ke apartemen usai mengantar anaknya ke sekolah.

"Korban diikuti seorang pria berbadan kekar. Namun kamera pengawas itu tidak sampai menjangkau bagaimana korban jatuh. Jadi belum diketahui karena lompat atau didorong pelaku," kata Kompol Nyoman kepada wartawan di Kota Denpasar, Bali, Rabu (27/11/2019).

BACA JUGA: Takut Dirampok, Turis asal Jepang Lompat dari Apartemen di Kuta Bali

Menurut dia, saat ini korban sudah dalam kondisi sadar dan keadaannya mulai berangsur membaik. Namun polisi belum bisa meminta keterangan korban, dan menunggu Mika benar-benar pulih dari trauma.

"Doakan kita bisa segera mengungkap kasus ini," kata dia.

Sementara itu, seorang saksi I Gede Yoga Saputra, membenarkan kalau ada seseorang yang masuk ke dalam kamar korban dan menyerangnya. Namun peristiwa detailnya tidak diketahui.

BACA JUGA: Viral Video WNI Dirampok, Ini Kata Polisi Diraja Malaysia

Yoga merupakan penjaga Sun Apartemen yang lokasinya bersebelahan dengan Liem Apartemen, tempat tinggal Mika. Dialah yang pertama kali menemukan korban yang tergeletak di semak belakang gedung tersebut.

"Saya tidak mengenal korban. Saya hanya tahu kalau dia tinggal di apartemen bersama anaknya. Selebihnya saya tidak tahu," kata Yoga.

Sebelumnya, seorang wisatawan asal Jepang nekat melompat dari apartemennya, Senin (25/11/2019). Dugaan sementara korban ketakutan mengetahui ada kawanan perampok yang mengincarnya.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal