Kebakaran Terjadi saat Nyepi di Bali, BPBD Turunkan Tim Emergency

Antara ยท Jumat, 08 Maret 2019 - 11:41 WIB
Kebakaran Terjadi saat Nyepi di Bali, BPBD Turunkan Tim Emergency

Ilustrasi pertolongan terhadap korban kebakaran. (Foto: Dok iNews).

DENPASAR, iNews.id - Kebakaran terjadi di Kota Denpasar, Bali, pada saat Hari Raya Nyepi, kemarin. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali menurunkan tim emergency (ESR) untuk membantu evakuasi korban di sana.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, I Made Rentin mengatakan, kebakaran terjadi di Jalan Badak Agung, Denpasar. Korban atas nama Musa (21) dan Hasanah (20), warga Madura, Jawa Timur (Jatim).

"Tim ESR kami dengan menggunakan ambulans telah mengevakuasi korban kebakaran dan sejumlah warga lainnya yang membutuhkan pertolongan untuk dibawa ke rumah sakit terdekat saat Nyepi," kata I Made Rentin, di Kota Denpasar, Bali, Jumat (8/3/2019).

BACA JUGA: Kebakaran SPBU di Pontianak, Polisi: Akibat Percikan Api dari Aki Truk

Korban atas nama Musa mengalami luka bakar pada daerah wajah, badan, kedua lengan, dan kedua kaki bagian depan, sedangkan Hasanah, luka pada kedua lengan, kaki. Keduanya sama-sama mengalami sesak napas.

Kedua korban kebakaran tersebut yang dibantu pertolongannya oleh Tim ESR Pusdalops BPBD Bali telah mendapat penanganan oleh tim RSUP Sanglah.

Selain pada saat Hari Raya Nyepi, Kamis (7/3/2019), saat malam Nyepi, kata dia, tim BPBD Bali berdasarkan informasi dari warga juga membantu menangani Michael Anthony Marritt (56), warga negara Australia, yang tinggal di Jalan Danau Tamblingan, Denpasar. Korban mengalami dislokasi siku tangan kanan.

Petugas BPBD saat itu telah memberikan penanganan berupa penilaian kegawatdaruratan, pemasangan arm sling (mitela). Michael selanjutnya mendapatkan perawatan dari tim RS BIMC Kuta.

Kemudian, ada juga Dimas (24), warga Denpasar yang tinggal di Jalan Tukad Citarum Denpasar yang mengalami demam selama dua hari dengan keluhan mual telah dibantu penanganannya ke RS Kasih Ibu, Denpasar.

"Melaksanakan tugas di saat Nyepi tidak sekadar tugas, tetapi lebih dari itu karena mengemban misi kemanusiaan dan kental dengan semangat toleransi," ujar Rentin.

BACA JUGA: Anak Main Api Sebabkan Kebakaran Rumah dan Pabrik di Palangkaraya

BPBD Bali sebelumnya menyiagakan personel sebanyak tujuh tenaga ESR berupa tenaga medis (dokter dan perawat) bersama sopir dan empat unit ambulans untuk memberikan pertolongan kepada masyarakat saat Nyepi.

Selain tujuh tenaga yang memberikan layanan kegawatdaruratan, juga disiagakan lima tenaga operator "crisis center" yang siap menerima dan menindaklanjuti laporan masyarakat yang masuk.

"Secara teknis, jika ada yang mengalami gangguan kesehatan, maka Tim ESR Pusdalops siap meluncur tanpa membunyikan sirine dan berkoordinasi dengan pecalang (petugas pengamanan adat) setempat untuk penanganan pertama dan dapat diantar ke rumah sakit terdekat," kata Rentin.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal