Kejari Denpasar Tahan Calon DPD Terkait Pemukulan Petugas Satpol PP

Antara ยท Selasa, 16 Oktober 2018 - 14:50 WIB
Kejari Denpasar Tahan Calon DPD Terkait Pemukulan Petugas Satpol PP

Ilustrasi pemukulan. (Foto: Sindonews)

DENPASAR, iNews.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar langsung menahan calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Ketut Putra Ismaya Jaya (40), setelah menerima pelimpahan tahap II atau tersangka dan barang bukti, terkait kasus dugan pemukulan terhadap anggota Satpol PP Provinsi Bali.

“Ya, benar, tersangka Ismaya dan barang bukti telah kami terima dari Polresta Denpasar pukul 11.00 WITA. Selain Ismaya, kami juga menerima pelimpahan dua anggota ormas I Ketut Sutama (59) dan IGN Edrajaya (28) terkait kasus yang sama,” kata Kasi Intel dan Humas Kejari Denpasar, Agus Sastrawan di Kejari Denpasar, Selasa (16/10/2018).

Ketiga tersangka menjadi tahanan Kejari Denpasar hingga 20 hari ke depan dan saat ini dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kerobokan, Denpasar. Sebelumnya, mereka ditahan di Mako Brimob Polda Bali. Pelimpahan berkas dakwaan ketiga tersangka beserta barang bukti ke PN Denpasar, ditargetkan dalam waktu dekat.

“Untuk tersangka Ismaya disangkakan melanggar Pasal 211 KUHP juncto Pasal 214 KUHP sedangkan untuk tersangka I Ketut Sutama disangkakan Pasal 212 KUHP juncto Pasal 214 KUHP. Kemudian untuk tersangka IGN Edrajaya dikenakan sangkaan Pasal 335 Ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP,” kata Agus.

BACA JUGA:

Anggota Jadi Korban Pemukulan, Panwas Laporkan Sekretaris KPU Makassar

Karyawati di Kediri Tikam Leher dan Pukul Kepala Bosnya dengan Palu

Sementara Kasipidum Kejari Denpasar Arief Wirawan menambahkan, kuasa hukum tersangka Ismaya, yakni Armaini Hasibuan menyampaikan permohonan untuk penangguhan penahanan tersangka. Namun, Kejari Denpasar menolak permintaan itu.

“Kami tahan karena beberapa alasan subjektif dan objektif. Salah satu alasan kami agar tersangka tidak melarikan diri, menghilangkan barang bukti, dan melakukan perlawanan kepada aparat hukum,” katanya.

Kuasa hukum tersangka Ismaya, Armaini Hasibuan mengatakan, kliennya tidak pernah melakukan pemukulan pada petugas Satpol PP. Pihaknya meyakini pasal pemukulan yang disangkakan kepada kliennya dalam persidangan tidak bisa dibuktikan.

“Klien kami tidak ada mengancam aparat negara dan ini tidak terbukti karena tidak ada bukti saksi. Untuk dua tersangka lainnya bukan saya kuasa hukumnya karena ada tim kuasa hukum lainnya,” katanya.

Dia meyakini tuduhan penganiayaan dan pengeroyokan yang dilakukan kliennya Ismaya kepada anggota Satpol PP Provinsi Bali tidak dapat dibuktikan. “Bagaimana orang yang tidak bersalah ditahan, ini yang harus dibuktikan dalam persidangan, bukan langsung ditahan,” ujarnya.

Untuk upaya penangguhan penahanan, lanjut Armaini, memang sudah diajukan kepada Kejari Denpasar dengan jaminan istri tersangka dan kuasa hukum. Namun jawaban dari pihak kejaksaan tidak dapat ditangguhkan.


Editor : Maria Christina