Keluarga Korban, Penyintas dan Warga Peringati 17 Tahun Tragedi Bom Bali dengan Penuh Haru

Antara ยท Minggu, 13 Oktober 2019 - 00:07 WIB
Keluarga Korban, Penyintas dan Warga Peringati 17 Tahun Tragedi Bom Bali dengan Penuh Haru

Keluarga meletakkan bunga, memasang lilin, dan berdoa saat peringatan 17 tahun tragedi Bom Bali di Monumen Bom Bali, Legian, Kuta, Bali, Sabtu (12/10/2019). (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

BADUNG, iNews.id – Keluarga korban, para penyintas tragedi Bom Bali dan masyarakat memadati kawasan Monumen Bom Bali di Legian, Kabupaten Badung, Sabtu (12/10/2019). Mereka mengenang kembali para korban dalam peristiwa yang terjadi 17 tahun lalu di lokasi tersebut dan merenggut 202 jiwa.

Suasana penuh haru terlihat sejak Sabtu pagi di lokasi. Masyarakat dan keluarga korban mulai berdatangan ke kawasan Monumen Bom Bali untuk berdoa dan meletakkan karangan bunga. Hingga Sabtu malam, di kawasan monumen itu juga diselenggarakan kegiatan peringatan para korban tragedi Bom Bali yang diisi dengan doa bersama, renungan, penyalaan lilin dan tabur bunga.

Salah satu keluarga korban yang datang, Takako Suzuki, warga negara Jepang. Dirinya datang untuk mengenang anaknya Kosuke Suzuki dan menantunya Yuka Suzuki saat tragedi bom Bali.

“Kami setiap tahun datang ke sini untuk mengenang anak dan menantu saya yang menjadi korban dari peristiwa Bom Bali,” ujar Takako Suzuki.

 

BACA JUGA:

Lokasi Bom Bali Akan Dibangun Restoran, PM Australia: Menyedihkan

Densus 88 Amankan Ayah dan Anak Terduga Teroris di Bali, Diduga terkait dengan Penusukan Wiranto

 

Takako mengungkapkan, meskipun peristiwa tersebut telah terjadi pada 17 tahun yang lalu, sampai saat ini dia masih merasakan kesedihan begitu mendalam. Apalagi, dia kehilangan anak dan menantunya dalam kejadian itu. Dia berharap tragedi itu tidak terjadi lagi.

“Kami berharap dan juga menjadi harapan semua orang di dunia agar tidak terjadi peristiwa terorisme seperti ini lagi,” katanya.

Warga berdoa saat peringatan 17 tahun tragedi bom Bali di Monumen Bom Bali, Legian, Kuta, Bali, Sabtu (12/10/2019). Peringatan peristiwa teror yang menewaskan 202 orang tersebut diikuti para keluarga dan kerabat korban. (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

 

Konsul Jenderal Jepang di Denpasar, Hirohisa Chiba, juga berharap peristiwa terorisme seperti tragedi bom Bali itu tidak akan terjadi kembali. Dia pun berterima kasih kepada Pemerintah Indonesia dan Bali dan seluruh masyarakat yang telah membantu para keluarga korban.

“Saya harap semua manusia di dunia hidup dalam damai. Saya harap semua manusia dapat hidup dalam damai, karena perdamaian itu sangat penting,” ujarnya.

Ketua panitia peringatan ke-17 tragedi Bom Bali di kawasan Monumen Bom Bali, Putu Adyana menjelaskan, melalui kegiatan itu pihaknya juga ingin mengajak seluruh komponen masyarakat, pemerintah dan pihak-pihak lain untuk sama-sama menjaga keamanan sehingga tragedi tersebut tidak terulang kembali.

“Melalui kegiatan sederhana ini kami berusaha untuk tidak mengurangi makna. Utamanya kami mengajak seluruh masyarakat termasuk para pelajar tadi yang berpartisipasi untuk mengenang dan merenung bahwa 17 tahun yang lalu terjadi peristiwa ini dan bersama mendoakan para korban,” katanya.


Editor : Maria Christina