KRI dr Soeharso 990 Angkut 93 Tim Kesehatan Menuju Palu dan Donggala

Antara ยท Selasa, 02 Oktober 2018 - 14:35 WIB
KRI dr Soeharso 990 Angkut 93 Tim Kesehatan Menuju Palu dan Donggala

KRI dr Soeharso 990 saat berlabuh di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar, Sulsel. (Foto: dok.antara)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

DENPASAR, iNews.id - Puluhan dokter spesialis, tim medis dan relawan bertolak menuju Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) dari Provinsi Bali menggunakan KRI Rumah Sakit (RS) dr Soeharso. Keberangkatan mereka dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan bagi warga korban bencana gempa bumi dan tsunami.

"Kapal rumah sakit KRI dr Soeharso 990 ini membawa 93 personel ke Palu dengan misi membantu warga Palu dan Donggala dalam pelayanan kesehatan akibat bencana gempa dan tsunami beberapa waktu lalu," kata Laksamana Pertama TNI AL, I Dewa Gede Nalendra Jaya Iswara di Benoa, Denpasar, Selasa (10/2/2018).

Dia mengatakan, 93 personel ini merupakan tim kesehatan yang tergabung dari para dokter spesialis dan relawan dari Rumah Sakit Soetomo, Unair, Unhas dan Universitas Indonesia, Andalas dan Universitas Medan.

"Para dokter spesialis yang siap membantu pelayanan kesehatan warga Palu yang ikut berlayar bersama KRI dr Soeharso. Di antaranya dokter spesialis bedah tulang, dokter spesialis anestesi dan dokter spesialis bedah umum, dokter spesialis bedah digestif," ujarnya.

Pengerahan KRI dr Soeharso beserta dokter spesialis ini karena sejumlah rumah sakit di Palu dan Donggala sudah tidak dapat digunakan untuk melakukan pelayanan kesehatan atau tindakan operasi. Nantinya rumah sakit terapung ini bisa menjadi rumah sakit rujukan untuk warga yang membutuhkan bantuan kesehatan.

"Kami ingin berbuat sesuatu untuk masyarakat, terutama bagi warga yang mengalami masalah kesehatan traumatologi akibat menyelamatkan diri dari gempa dan tsunami," katanya.

Untuk fasilitas kesehatan yang dimiliki KRI dr Soeharso, diakui Nalendra sudah sangat mempuni karena sudah terdapat ruang Unit Gawad Darurat, lima kamar operasi, ruang rawat inap pasien yang berkapasitas 40 orang. Selain itu ada laboratorium, poliklinik gigi, poliklinik mata, ruang rongen, USG, ruang perawatan intesnif (ICU), klinik ibu bersalin, apotik dan sejumlah fasilitas lainnya.

"Target kami bagaimana bisa melakukan bantuan operasi kepada korban bencana minimal di atas 25 orang dalam satu hari, karena jumlah tim yang cukup memadai," kata dia.

Dia juga menerangkan, KRI dr Soeharso juga memiliki ruangan pasca operasi. Masyarakat tidak perlu khawatir untuk mendapat pelayanan kesehatan khusunya warga yang mengalami trauma akibat jatuh dari ketinggian saat gempa dan kasus lainnya.

"Tim kami bisa mengerjakan ini, karena kami juga membawa dokter konsultan yang bisa menangani warga yang mengalami trauma tulang belakang akibat meloncat dari ketinggian akibat bencana itu," ujar Nalendra.

 


Editor : Muhammad Saiful Hadi