Lomba Takbiran, Warga Buleleng Manfaatkan Barang Bekas sebagai Pengiring Bedug

Zainuddin Yasin ยท Sabtu, 10 Agustus 2019 - 13:55 WIB
Lomba Takbiran, Warga Buleleng Manfaatkan Barang Bekas sebagai Pengiring Bedug

Ilustrasi warga menggelar takbiran. (Foto: Istimewa).

BULELENG, iNews.id - Masyarakat di Kabupaten Buleleng, Bali, menggelar lomba takbiran dalam menyambut Hari Raya Idul Adha pada 10 Zulhijah 1447 Hijriah. Selain memukul bedug, peserta diminta memanfaatkan sampah plastik untuk menciptakan irama musik.

Pantauan iNews, para peserta menunjukkan kemampuan seni mereka dengan memainkan musik yang terbuat dari barang bekas. Mulai dari botol-botol air mineral, ember hingga bambu menjadi alat musik bagi mereka.

Lomba takbiran ini diikuti 17 peserta remaja masjid se-Kabupaten Buleleng. Kegiatan ini berlangsung di halaman Masjid Jamik, Desa Pengastulan, Kecamatan Seririt, pada Jumat (9/8/2019) kemarin.

"Lomba takbiran ini dalam rangka silaturahmi antar-remaja masjid yang ada di Kabupaten Buleleng, serta menunjukkan nilai kreativitas remaja-remaja tersebut, terutama dalam penanganan sampah," kata Ketua Panitia, Muhammad Hilman, kemarin.

Apalagi, Pantai Pengastulan di wilayah mereka, dibanjiri sampah kiriman. Kondisi ini membuat warga harus mencari cara untuk penanganan sampah. Karena itulah, sebagai bentuk kepedulian lingkungan, lomba ini diadakan sebagai motivasi agar warga ikut mengelola sampah.

Beberapa kriteria yang menjadi penilaian tim juri yakni, seni tarik suara yang melantunan takbir, tasbih tahmid dan tahlil. Lalu kekompakan peserta memainkan musik dari bahan bekas tersebut.

"Serta bagaimana seni penampilan para peserta. Nantinya dari 17 peserta akan ada lima peserta yang masuk ke babak final," ujar dia.

Lomba gema takbir untuk pertama kalinya diadakan di Desa Penastulan tersebut diharapkan dapat terus berlanjut ke depannya. Tentu dengan tujuan meningkatkan kreativitas remaja masjid, serta memotivasi mereka peduli lingkungan.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal