Longsor di Gianyar Bali Renggut Nyawa Ibu dan 3 Anak, Sang Ayah Kritis

Nyoman Astana ยท Sabtu, 08 Desember 2018 - 14:19 WIB
Longsor di Gianyar Bali Renggut Nyawa Ibu dan 3 Anak, Sang Ayah Kritis

Petugas saat sedang mencari dan mengevakuasi korban longsor dan ambruknya rumah warga di Gianyar Bali. (Foto: iNews/Nyoman Astana)

GIANYAR, iNews.id – Kemalangan sungguh menimpa keluarga I Made Oktara Dwi Paguna. Istri dan ketiga anaknya meninggal tragis dalam musibah longsor yang merobohkan rumah mereka di Perumahan Taman Beji, Dusun Banjar Sasih, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali, Sabtu (8/12/2018).

Dalam musibah yang terjadi di pagi hari itu, rumah yang mereka tempati bersama tergerus longsor hingga ambruk. Hanya Made Paguna yang dievakuasi selamat namun kondisinya kritis dengan luka di kepala dan kaki. Sementara istri dan ketiga anaknya yang masih kecil meninggal tertimbun reruntuhan material bangunan rumah.

Proses evakuasi atas musibah ini melibatkan hampir ratusan pasukan gabungan. Warga setempat juga berbondong-bondong datang ke lokasi tempat kejadian perkara (TKP) menyaksikan proses evakuasi.

Kondisi medan yang terjal dan labil membuat petugas sangat berhati-hati. Namun setelah enam jam berjibaku mencari di reruntuhan, keempat jenazah pun ditemukan dengan kondisi sudah tak bernyawa.


Identitas keempat korban yakni istri Made Paguna, I Made Lintang Ayu (31), Putu Via Laka Sari (6), Made Adin Radita Paguna (3) dan Nyoman Ali Anggaran Paguna (2). Mereka meninggal tragis dalam kondisi mengenaskan.

“Saya lagi di luar dan pertama dengar suara-suara di bagian atas rumah. Lalu tiba-tiba pagar roboh, pikir saya terjadi gempa. Saya langsung berteriak agar semua keluar, tapi rumah langsung turun (longsor) ke sungai. Ada anak dan menantu serta ketiga cucu saya di dalam,” ujar Ibunda Made Paguna, Ni Nyoman Martani (53) sekaligus nenek dari ketiga korban.


BACA JUGA:

Longsor di Gianyar Bali, 1 Tewas dan 3 Masih Dicari

Banjir di Pacitan, 4 Warga Hilang Tertimbun Material Longsor


Dia mengaku sangat terguncang dengan peristiwa yang terjadi di depan matanya. Anggota keluarganya jadi korban longsor dan terkubur hidup-hidup dalam musibah tersebut.

Kepala BPBD Gianyar Anak Agung Oka Digjaya mengatakan, begitu mendapat informasi langsung bergerak ke TKP dan melakukan upaya pencarian dan pertolongan.

“Evakuasi pertama kami menemukan seorang pria dewasa yang masih selamat dengan kondisi kritis. Selanjutnya kami mengevakuasi seluruh korban jiwa dalam musibah ini,” ujarnya.

Diduga penyebab terjadinya longsor akibat pondasi bangunan rumah tergerus air sungai. Petugas pun sudah meminta penghuni rumah di lokasi dekat pinggiran sungai agar segera mengungsi.

Seluruh korban yang meninggal saat ini telah dibawa ke RSU Sanglah Denpasar. Rencananya jenazah akan dibawa ke kampung halamannya di Dearah Mengwi, Kabupaten Badung. Sementara sang ayah dari para korban Made Paguna, masih mendapat perawatan intensif di RS.


Editor : Donald Karouw