Main Paralayang dan Jatuh di Tebing Pantai Bali Cliff, Turis Prancis Luka-Luka

Antara ยท Rabu, 07 Agustus 2019 - 15:22 WIB
Main Paralayang dan Jatuh di Tebing Pantai Bali Cliff, Turis Prancis Luka-Luka

Ilustrasi permainan paralayang. (Foto: Istimewa)

BADUNG, iNews.id – Seorang turis asal Prancis Mathieu Obispo (48) terjatuh ke dasar tebing Pantai Bali Cliff Ungasan saat bermain paralayang di Kabupaten Badung, Bali. Tim SAR  mengevakuasi korban dalam kondisi cidera patah tulang paha bagian kanan.

Pelaksana Harian Kepala Kantor Basarnas Bali I Made Junetra mengatakan, laporan peristiwa itu mereka terima 30 menit pascakejadian. Tim SAR langsung diberangkatkan dengan membawa perlengkapan yang didukung dengan peralatan mountenering dan alat medis.

"Ada personel yang diberangkatkan terlebih dahulu menggunakan rescue trail. Selanjutnya segera menyusul personel lain dengan rapid deployment land SAR unit dan jumlah personel yang berangkat ada sekitar delapan orang," ujarnya di Badung, Rabu (7/8/2019).

Kasi Ops Basarnas Bali Ida Bagus Surya Wirawan di TKP kejadian mengatakan, penyebab dari cidera yang dialami Mathieu Obispo diduga karena faktor alam. Dalam hal ini, saat bermain paralayang, korban tidak bisa mengendalikan arah angin hingga mengakibatkannya tidak seimbang dan terjatuh.

"Sepertinya karena faktor alam ya. Jadi saat itu nggak bisa mengendalikan arah angin. Dan memang anginnya kencang," katanya.

Dia mengungkapkan, petugas Paragliding Ungasan sudah berusaha menghubungi korban melalui HT saat bermain paralayang. Namun sambungan komunikasi dengan korban terputus.

"Mereka sempat lost contact juga, frekuensi HT-nya terputus dan tidak terhubung. Saat itu juga kru di sana langsung mencarinya," ujar Ida Bagus.

Dia menuturkan, sebelumnya beberapa wisatawan pernah bermain paragliding dan juga ada yang pernah mengalami kasus serupa. Namun mereka hanya luka-luka ringan.

"Untuk evakuasinya, kami tiba di lokasi dan posisi korban di pasir bawah dasar tebing Bali Cliff dengan kondisi fraktur di paha kanan. Kami berikan pertolongan dengan membidai terlebih dahulu untuk selanjutnya dievakuasi menuju RSUP Sanglah," katanya.

Pihaknya mengimbau agar para wisatawan maupun pemandu wisatawan selalu memeriksa dan melihat situasi dan kondisi cuaca sebelum bermain paralayang.


Editor : Donald Karouw