Pascabom Bunuh Diri di Sukoharjo, Bandara Ngurah Rai Bali Tingkatkan Keamanan

Antara ยท Selasa, 04 Juni 2019 - 19:39 WIB
Pascabom Bunuh Diri di Sukoharjo, Bandara Ngurah Rai Bali Tingkatkan Keamanan

Polisi unit K-9 mengarahkan anjing pelacak untuk memeriksa barang bawaan penumpang di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Selasa (28/5/2019). (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

BADUNG, iNews.id – Pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, meningkatkan keamanan dan kewaspadaan dari ancaman terorisme. Hal ini menyusul peristiwa bom bunuh diri di depan Pos Pengamanan (Pospam) Pantau Mudik Lebaran Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah (Jateng), pada Senin malam (3/6/2019).

“Sebagai objek vital nasional yang berperan penting terhadap hajat hidup orang banyak, situasi bandar udara yang aman dan nyaman penting untuk diciptakan,” ujar General Manager PT AP I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Haruman Sulaksono, Selasa (4/6/2019).

Haruman mengatakan, dengan melihat situasi pascateror bom di Kartasura dini hari tadi, pihaknya semakin meningkatkan keamanan dan kewaspadaan melalui berbagai langkah yang diterapkan. Hal tersebut merupakan langkah awal dalam mitigasi gangguan keamanan dan untuk dapat memastikan situasi keamanan bandar udara.

“Dengan begitu, pengguna jasa bandar udara yang bepergian menggunakan pesawat udara merasa nyaman dan aman,” katanya.

BACA JUGA:

Olah TKP Rumah Pelaku Bom Bunuh Diri, Polisi Amankan Detonator dan Bahan Kimia

Mabes Polri Jelaskan Kronologi Bom Bunuh Diri di Pospam Kartasura Sukoharjo

Dia menyebukan, langkah peningkatan keamanan yang dilakukan di antaranya dengan cara peningkatan frekuensi patroli personel Airport Security, serta peningkatan pemantauan dan pengawasan melalui kamera pengawas. Kemudian, peningkatan pemeriksaan barang secara random sampling dengan menggunakan Explosive Trace Detection (ETD) di check in area.

“Kami juga meningkatkan pemeriksaan orang, barang dan kendaraan yang akan memasuki sisi udara. Selain itu, kami berkoordinasi dengan personel tim keamanan gabungan yang terdiri atas TNI Angkatan Udara, Polsek KP3, dan unit K9,” ujar Haruman.

Haruman menambahkan, personel keamanan bandara selalu siap untuk memastikan keamanan bandar udara. Personel walking patrol dari unit Airport Security juga dikerahkan untuk pengawasan. Tidak hanya itu, peningkatan pemantauan kamera pengawas juga dilakukan di area-area yang masuk dalam kategori rawan.

“Kami juga telah mengimplementasikan peningkatan pemeriksaan terhadap arus penumpang, barang dan kendaraan yang masuk ke dalam Daerah Keamanan Terbatas (DKT) di sisi udara,” katanya.

Meskipun demikian, dia menegaskan unsur kenyamanan dan pelayanan kepada para penumpang tetap menjadi hal yang utama. PT AP I turut mengimbau kepada para pengguna jasa bandar udara untuk turut mendukung terciptanya keamanan bandara.

“Caranya dengan melaporkan kepada petugas kami jika menemukan barang yang mencurigakan serta jika menemukan indikasi yang dapat membahayakan keamanan bandara dan keamanan penerbangan,” kata Haruman.


Editor : Maria Christina