Pascaerupsi Gunung Agung, Wilayah Karangasem Dilanda Hujan Abu

Sindonews, Yunda Ariesta ยท Kamis, 14 Februari 2019 - 14:06 WIB
Pascaerupsi Gunung Agung, Wilayah Karangasem Dilanda Hujan Abu

Lontaran demu vulkanik Gunung Agung, Kamis (14/2/2019). (Foto: Sindonews)

KARANGASEM, iNews.id – Pascaerupsi Gunung Agung yang terletak di Karangasem, Bali, Kamis dini hari (14/2/2019) pukul 04.45 WITA tadi, wilayah setempat dilanda hujan abu. Warga sekitar diminta mengenakan masker untuk menghindari paparan abu vulkanik.

Sebelumnya, Gunung Agung mengalami erupsi yang ditandai dengan muntahan abu vulkanik sejauh 500 meter dari puncak kawah. Selain itu, Pos Pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat, durasi letusan mencapai hampir tiga menit.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Agung, I Dewa Made Merthayasa, menyatakan, saat erupsi terjadi terlihat semburan lava panas setinggi 200 meter. Semburan debu vulkanik ini memicu terjadinya hujan abu dengan intensitas tipis mengarah ke tenggara atau arah Kota Karangasem dan sekitarnya.

BACA JUGA: Gunung Agung Erupsi, Sinar Api Terlihat dari Bukit Asah

“Semburan lava panas terlihat dari CCTV Bukit Asah sementara dari Pos Pengamatan di Rendang, Karangasem ditutupi kabut tebal. Potensi erupsi bisa terjadi sewaktu-waktu mengingat aktivitas kegunungapian Gunung Agung meningkat beberapa hari terakhir,” kata Dewa, Kamis (14/2/2019).


Peningkatan aktivitas ini, kata dia, ditandai dengan meningkatnya gempa vulkanik dangkal dan dalam bersifat lokal. Mengingat masih tingginya potensi erupsi masyarakat di sekitar Gunung Agung diminta waspada kemungkinan terjadinya erupsi lebih besar.

“Warga di radius empat kilometer dari puncak Gunung Agung diminta tidak melakukan aktivitas apapun. Petugas juga mengimbau warga waspada kemungkinan terjadinya banjir lahar dingin maupun hujan debu menyusul cuaca ekstrim yang masih terjadi di kawasan Bali Timur,” ujarnya.


Editor : Himas Puspito Putra