Pascaerupsi Jumat Malam, Gunung Agung Alami Deflasi dan Akan Sering Meletus

Yunda Ariesta ยท Sabtu, 25 Mei 2019 - 13:10 WIB
Pascaerupsi Jumat Malam, Gunung Agung Alami Deflasi dan Akan Sering Meletus

Visual Gunung Agung di Pos Pengamatan Kabupaten Karangasem, Bali, Sabtu (25/5/2019). (Foto: iNews/Yunda Ariesta)

KARANGASEM, iNews.id – Pascaerupsi dengan durasi terpanjang tahun ini pada Jumat malam (24/5/2019) pukul 19.23 WITA, Gunung Agung di Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali, mengalami deflasi atau pengempisan. Kondisi ini diperkirakan membuat gunung tersebut lebih sering dan rutin mengalami erupsi.

Dari pengataman, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), gunung mengalami deflasi atau pengempisan akibat pergerakan fuilda magma keluar. Hal ini membuat dapur magma mengalami kekosongan karena bermigrasi ke permukaan.

“Pascaerupsi tadi malam, terjadi perubahan yang tidak signifikan, terutama pada tubuh Gunung Agung yang mengalami deflasi sebesar 0,7 millimeter di seluruh bagian gunung apinya,” kata Penanggung Jawab Gunungapi Bali-NTB Oktori Prambadan, Sabtu (25/5/2019).


BACA JUGA: Gunung Agung Kembali Meletus dan Bergemuruh Malam Ini


Oktori mengatakan, kondisi sekarang, magma yang terakumulasi di kantong-kantong magma berada di dekat permukaan atau sekitar 500 meter dari punak. “Konsekuensi dari migrasi dari dapur magma ke permukaan, erupsi-erupsi lebih berpotensi besar terjadi,” katanya.

PVMBG mengatakan erupsi-erupsi susulan masih akan terjadi dengan rentang waktu empat sampai enam hari. Namun, skalanya masih kecil. Mengingat saat ini sistem konduit magma sudah terbuka, maka sedikit ada tekanan akan menyebabkan Gunung Agung mengalami letusan.


BACA JUGA: Erupsi Gunung Agung Lontarkan Lava Pijar ke Segala Arah, Bandara Ngurah Rai Aman


Sementara selama 12 jam terakhir alat seimograf mencatat terjadi satu kali gempa embusan, dua kali gempa vulkanik dangkal, serta satu kali gempa low frekuensi.

PVMBG masih memberlakukan status siaga level tiga siaga dengan radius 4 kilometer dari puncak kawah Gunung Agung. PVMBG belum berencana menaikkan status dan memperluas radius.


Editor : Maria Christina