Pengakuan Miris Orang Tua Penjual Bayi dan Ibu Pengadopsi di Surabaya

Nur Syafei ยท Rabu, 10 Oktober 2018 - 12:15 WIB
Pengakuan Miris Orang Tua Penjual Bayi dan Ibu Pengadopsi di Surabaya

Keempat tersangka yang ditangkap Polrestabes Surabaya saat gelar perkara. (Foto: iNews/Nur Syafei)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

SURABAYA, iNews.id – Polrestabes Surabaya mengungkap kasus dugaan jual beli bayi secara online di wilayah hukumnya. Polisi menangkap empat pelaku yang telah ditetapkan tersangka, yakni penjual dan pembeli bayi serta dua perantara.

Namun pengakuan tersangka ibu penjual bayi dan pengadopsi tersebut sangat memiriskan saat gelar perkara di Mapolrestabes Surabaya. Kedua tersangka mengakui kesalahannya karena telah salah memilih jalan.

Tersangka orang tua bayi berinisial IA mengatakan, terpaksa mengadopsikan anak ketiganya yang berumur 11 bulan karena alasan keuangan. Dia butuh biaya pendidikan untuk anak pertamanya melanjutkan sekolah.

Tersangka IA mengaku salah karena dalam proses adopsi tanpa melalui prosedur dengan benar sehingga terjadi unsur jual beli. IA merupakan ibu muda asal Surabaya yang memiliki tiga anak hasil nikah sirihnya.

BACA JUGA: Polisi Selidiki Dugaan Bisnis Jual Beli Bayi Online di Surabaya

“Saya tidak menjual bayi saya pak. Saya mengadopsikannya ke orang lain yang berjanji akan merawat dan membesarkannya dengan baik. Saya mendapat bayaran Rp20 juta, namun hanya terima Rp15 juta,” kata IA, di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (10/10/2018).

Sementara itu, pengakuan tersangka NS seorang ibu asal Bali yang mengadopsi anak itu tak kalah memiriskan. Dia menuturkan sudah tujuh tahun berumah tangga namun belum dikaruniai anak. Hal itu mendorongnya memutuskan untuk mengadopsi anak.

“Saya sudah tujuh tahun menikah dan belum memiliki anak. Saya mendapat informasi dari tetangga dan saya ngasih uang persalinan Rp20 juta untuk mengadopsi bayi,” ucap NS berurai air mata.

Diketahui, hingga saat ini Satreskrim Polrestabes Surabaya masih terus mendalami kasus dugaan jual beli bayi melalui media sosial (medsos) Instagram.

Tersangka perantara penjual bayi melalui akun Instagram-nya membuka layanan konsultasi bagi keluarga yang bermasalah, termasuk menawarkan solusi bagi anak-anak yatim. Dia juga menawarkan adopsi bagi bayi-bayi yang lahir dari rahim ibu-ibu di luar nikah.

Dari beberapa pesan di akun itu, banyak masyarakat yang merespons dan terjadi percakapan yang terindikasi pada dugaan jual-beli bayi secara illegal. Polisi selanjutnya menangkap empat tersangka dan masih mengembangkan kasus tersebut.


Editor : Donald Karouw