Penganiayaan Batita di Denpasar hingga Patah Tulang, Begini Kronologinya

Indira Arri ยท Sabtu, 30 November 2019 - 12:48 WIB
Penganiayaan Batita di Denpasar hingga Patah Tulang, Begini Kronologinya

Kanit PPA Satreskrim Polresta Denpasar, AKP Josina Lambiombir saat memberika keterangan terkait kasus penganiayaan batita yang dilakukan oleh pacar ibunya di Denpasar. (Foto: iNews/Indra Arri

DENPASAR, iNews.id – KMW (2,5) kini harus dirawat di Rumah Sakit Sanglah, Denpasar akibat patah tulang di paha kanannya. Selain itu, korban juga mengalami sejumlah luka memar di beberapa bagian tubuhnya.

Menurut Kanit PPA Satreskrim Polresta Denpasar, AKP Josina Lambiombir, penganiayaan yang menimpa KMW terjadi Kamis (21/11/2019) jam 22.00 WITA. Saat pelaku JA (22) pulang ke kos, dia mendapati pacarnya, Ifa yang merupakan ibu korban, KMW, dan adik korban bernama Puput.

“Korban ini dari awal memang sudah takut dengan pelaku, maka dari itu pelaku ada di luar kos sambil merokok dan menunggu korban tertidur,” kata Josina, Jumat (29/11/2019).

Sekitar 15 menit kemudian, pelaku masuk kos dan melihat korban sudah tidur. Handphone Ifa lantas berdering. Saat diangkat, ternyata ibunya menelpon menanyakan keberadaan KMW yang juga cucunya.

BACA JUGA: Video Viral Ibu di Medan Aniaya 2 Balita karena Kesal pada Suami

Nenek korban meminta Ifa membawa pulang KMW. Namun nyatanya Ifa hanya pulang mengantarkan adiknya sementara KMW yang tertidur ditinggal di kos pelaku.

Saat Ifa pulang ini, KMW tiba-tiba terbangun dari tidur. Mendapati hanya berdua dengan pelaku sementara ibunya tidak ada, KMW menangis keras dan menjerit.

Bermaksud menenangkan, pelaku memukul punggung korban dengan tangan sebanyak tiga kali. Korban malah semakin menjerit, sehingga pelaku menginjak paha kanannya hingga patah.

Korban yang masih terus menangis, lalu diangkat pelaku dengan maksud digendong. “Pelaku berusaha menenangkan tapi caranya menggendong kaya angkat barang, ditambah kukunya yang panjang malah menyebabkan luka di leher korban,” katanya.

BACA JUGA: Kekejian Ayah Pembunuh Bayi Kandung di Ngawi, Korban Dipukul Berkali-kali di Gendongan

Gagal menenangkan, korban kembali ditaruh di kasur. Pelaku sempat memukul korban sekali hingga akhirnya korban diam.

Sekitar 15 menit kemudian, ibu korban datang. Saat masuk, dia mendapati anaknya terbaring diam di kasur namun tidak tidur.

“Korban terbaring meringkuk memeluk bantal karena ketakutan,” katanya.

Tidak berapa lama kemudian, ibu dari Ifa atau nenek korban datang dan langsung menggedor pintu. Nenek korban bermaksud membawa KMW pulang ke rumah.

BACA JUGA: Ayah di Ngawi Aniaya Bayinya hingga Tewas karena Kesal Dilarang Istri Kerja di Luar Kota

Namun saat melihat neneknya, KMW kembali menangis. Kaki korban juga sudah bengkak dan bengkok serta tidak dapat digerakkan.

Kepada nenek korban, pelaku mengaku KMW jatuh dan tidak sengaja terinjak. Tidak percaya begitu saja, keluarga KMW melaporkan kasus penganiayaan ini ke polisi.

Tak berapa lama, polisi mengamankan pelaku. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 76c jo pasal 80 UU No 35 tahun 2014 tentang Perubahan UU No 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.


Editor : Umaya Khusniah