Perindo: Usut Tuntas Kecurangan Pemilu di Tabanan

Ilma De Sabrini ยท Senin, 29 April 2019 - 21:25 WIB
Perindo: Usut Tuntas Kecurangan Pemilu di Tabanan

Partai Perindo mendesak agar kecurangan Pemilu 2019 di Kabupaten Tabanan harus diusut tuntas, termasuk yang diduga melibatkan oknum ketua KPPS. (Foto: ilustrasi/Antara).

TABANAN, iNews.id, - Dugaan kecurangan Pemilu 2019 secara terstruktur, sistematis dan masif juga berlangsung di Kabupaten Tabanan, Bali. Kecurangan dilakukan oknum petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang ditengarai atas perintah pihak tertentu.

Kecurangan antara lain terjadi di TPS 29 Banjar Pangkung, Desa Delod Peken. Ketua KPPS I Wayan Sarjana tepergok melakukan kecurangan dengan mencoblos surat suara sah, sehingga menjadi tidak sah. Tindakannya ini untuk memenangkan caleg tertentu dari partai besar di tempat itu.

”Kecurangan ini telah dilaporkan ke Bawaslu yang kemudian ditindaklanjuti ke Gakkumdu dan diteruskan ke Polres Tabanan. Penyidik polres mulai memeriksa saksi-saksi, termasuk dari kami, Partai Perindo,” kata Ketua DPD Partai Perindo Kabupaten Tabanan Willie Swardana dihubungi iNews.id, Senin (29/4/2019).

Dia menjelaskan, kecurangan di TPS 29 Desa Delod Peken hanya salah satu contoh. Disinyalir, hal sama juga terjadi di hampir seluruh TPS di Tabanan karena berdasarkan order dari pihak tertentu.

”Saya perkirakan di 70 persen TPS di Tabanan terjadi kecurangan. Akibat tindakan ini, banyak perolehan suara partai hangus karena menjadi tidak sah. Perindo juga menjadi korban atas kecurangan itu, suara kami hilang,” ujarnya.

Willie menuturkan, kecurangan bisa leluasa terjadi karena hanya sedikit orang yang berani bersaksi. Pihak-pihak yang melakukan kecurangan telah mengintimidasi saksi dari partai politik, juga masyarakat atau pemilik hak suara.

Terhadap warga yang tidak mau memilih caleg tertentu yang ingin mereka menangkan, diancam dikucilkan. Bahkan, ada warga yang sengaja tidak dikirimi C6 atau surat undangan memilih.

Menurut Willie, kepolisian harus berani mengusut tuntas kasus ini karena jelas-jelas telah jelas-jelas masuk ranah pidana pemilu. Perindo siap membantu dengan memberikan keterangan dan kesaksian perihal kecurangan itu. Saksi Perindo yakni Aditama telah dimintai keterangan.

”Intinya, jangan sampai polisi masuk angin. Kita ingin menegakkan sendi-sendi demokrasi di Tabanan. Jika memang terbukti, harus ditindak biar ada efek jera,” ujarnya.

Willie mengingatkan, rekomendasi Bawaslu tentang pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSU) sesungguhnya tidak menghentikan kecurangan itu. PSU yang berlangsung Sabtu (27/4/2019) juga dinodai dengan aksi-aksi serupa, oleh dalang yang sama.

Sayangnya, penyelenggara pemilu juga diduga kuat tak berani mencegah kecurangan itu karena intimidasi yang kuat. Ini lah yang sangat disayangkan oleh Partai Perindo.

”Ibarat main bola, partai ini kan pemain, KPU itu panitia dan wasit. Bagaimana jika wasit sudah ikut mengatur permainan, ini kan menjadi tidak fair play. Ini sudah rusak demokrasi di Tabanan. Karena itu kami mendesak agar segala bentuk kecurangan diusut tuntas,” kata dia.


Editor : Zen Teguh