Pertemuan IMF-WB Dimulai, Sekolah di Kuta Selatan Diliburkan 5 Hari

I Gusti Bagus Alit Sidi W · Senin, 08 Oktober 2018 - 11:10 WIB
Pertemuan IMF-WB Dimulai, Sekolah di Kuta Selatan Diliburkan 5 Hari

SMKN 1 Kuta Selatan tampak sepi karena sekolah diliburkan selama penyelenggaraan IMF-WB di Badung, Bali. (Foto: iNews/Bagus Alit)  SMKN 1 Kuta Selatan tampak sepi Senin (8/10/2018), karena sekolah diliburkan selama penyelenggaraan IMF-WB di Badung, Bali. (Foto: iNews/Bagus Alit)  

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

BADUNG, iNews.id – Pelaksanaan pertemuan tahunan Annual Meeting International Monetary Fund-World Bank (IMF-WB), 8-14 Oktober 2018 di Nusa Dua, Badung, Bali, berdampak terhadap proses belajar mengajar di kawasan Kuta Selatan, yang lokasinya berdekatan dengan pertemuan tersebut. Seluruh sekolah dan kampus di wilayah ini resmi diliburkan selama lima hari mulai hari ini hingga 12 Oktober 2018 mendatang.

Keputusan meliburkan siswa dan mahasiswa juga sesuai dengan imbauan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali tertanggal 4 oktober 2018 yang ditandatangani Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra.

Dari pantauan iNews, salah satu sekolah di wilayah Kuta Selatang yang meliburkan siswanya, yakni SMKN 1 Kuta Selatan. Sejak pagi, tak ada aktivitas di sekolah ini lantaran para siswa dianjurkan belajar secara mandiri di rumah masing-masing. Seluruh ruangan kelas tampak terkunci. Para siswa baru kembali menjalani proses belajar mengajar mulai pekan depan.

BACA JUGA: Luhut: Peserta Pertemuan IMF-World Bank di Bali Tembus 34.000 Orang

Meski sekolah diliburkan selama penyelenggaraan IMF-WB, para siswa mengaku tetap belajar secara mandiri dengan berkelompok. Hal ini sebagai persiapan ulangan tengah semester dan ulangan akhir semester. Sejumlah siswa kelas XII juga terlihat mendatangi sekolah untuk mempersiapkan tugas presentasi dalam rangka melengkapi penilaian praktek kerja industri.

“Kami diliburkan, tapi kami datang untuk mempersiapkan presentasi nanti, setelah habis libur. Yang lain mungkin enggak datang karena sudah selesai,” kata siswa SMKN 1 Kuta Selatan I Kadek Pastika Narayana dan temannya, Indra Lesmana.

Suasana serupa juga tampak di SDN 4 Benoa. Tak ada aktivitas belajar mengajar di sekolah ini karena seluruh siswa diliburkan. Meskipun tidak mengajar, para guru tetap datang ke sekolah seperti biasa untuk mengabsen dan membuat perencanaan pembelajaran.

“Iya karena ada kegiatan IMF-WB, siswa diliburkan seminggu. Tapi, kami memberikan tugas kepada para siswa di rumah agar mereka tetap belajar,” kata guru SDN 4 Benoa, Wayan Winarta.

Di tempat terpisah, Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, seluruh sekolah di wilayah Kuta Selatan diliburkan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung suksesnya pertemuan IMF-WB. Kondisi jalan di wilayah Kuta Selatan diharapkan tidak seramai biasanya dan lalu lintas lebih tertib selama sekolah diliburkan.

“Kami hanya mendukung agar kemacetan tidak terjadi di akses ke wilayah Nusa Dua ini,” kata Wayan Koster.

Khusus di Kabupaten Badung, jumlah TK yang diliburkan mencapai 48 sekolah dengan 2.771 siswa, Sekolah Dasar sebanyak 55 sekolah dengan 14.561 siswa, 16 SMP dengan 6.559 siswa, 5 tempat pusat kegiatan belajar mengajar dengan 134 siswa, ditambah 8 sekolah SMA dan SMK.


Editor : Maria Christina