Perusahaan Eksportir Kerajinan di Bali Terbakar, Ratusan Pekerja Panik

Nyoman Astana ยท Jumat, 28 September 2018 - 16:22 WIB
Perusahaan Eksportir Kerajinan di Bali Terbakar, Ratusan Pekerja Panik

Api membakar bangunan di CV Siadja, perusahaan eksportir bersama ribuan barang kerajinan di Desa Mas, Ubud, Gianyar, Bali, Jumat (28/9/2018). (Foto: iNews/Nyoman Astana)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

GIANYAR, iNews.id – Bangunan besar di perusahaan eksportir bersama ribuan barang kerajinan berbagai jenis ludes terbakar di Desa Mas, Ubud, Gianyar, Bali, Jumat siang (28/9/2018). Ratusan pekerja panik dan berhamburan menyelamatkan diri. Meskipun tidak ada korban jiwa, pihak perusahaan memperkirakan kerugian mencapai Rp1 miliar lebih.

Gedung seluas 1.000 meter persegi yang terbakar itu milik CV Siadja, perusahaan eksportir kerajinan. Menurut keterangan para pekerja, kobaran api berasal dari ruangan seprai dan finishing yang diawali dengan ledakan api besar. Ratusan pekerja yang sedang beraktivitas di gedung langsung panik. Mereka sempat berdesak-desakan untuk menyelamatkan diri.

Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi langsung bertindak cepat. Namun, api yang sudah telanjur besar dan meluas membuat petugas kesulitan menghalau amukan api. Apalagi, sejumlah benda yang mudah terbakar seperti cat dan cairan tiner, cukup banyak di bangunan yang terbakar sehingga beberapa kali memicu letupan api.

BACA JUGA:

Kebakaran Gerbang Tol Penjompongan Diduga karena Korsleting Listrik AC

2 Hakim Tipikor Selamat dari Kebakaran Rumah Dinas PN Palangkaraya

Sebelum ledakan api besar, sejumlah pekerja di ruangan finishing sudah berlarian keluar. Teriakan kebakaran kemudian memicu kepanikan ratusan pekerja lain yang langsung berhamburan keluar menyelamatkan diri. Mereka tidak sempat lagi menyelamatkan produk-produk kerajinan yang sudah siap diekspor itu.

“Saya sedang menaikkan barang, saya lihat apinya sudah besar. Saya langsung lari dan teriak kebakaran, kebakaran. Di ruangan sedang banyak karyawan tadi, tapi selamat semua. Di dalam banyak barang-barang yang mudah terbakar, karena itu memang tempat finishing barang,” kata karyawan, Ni Wayan Parsi.

Sementara Kepala Design CV Siadja Soni Suputra mengatakan, kebakaran diduga dari salah satu kawasan yang di dalam banyak tersimpan tiner. “Awalnya berasal dari tempat spray, di sana banyak tersimpan tiner. Kemungkinan ada kipas angin di dekat situ yang panas dan korsleting, kemudian tiba-tiba meledak dan apinya melambung ke atas. Semua langsung panik dan keluar,” paparnya.

Dia memastikan tidak ada korban dalam kebakaran itu. Saat kebakaran, seluruh karyawan langsung berusaha keluar ruangan untuk menyelamatkan diri. “Untungnya tidak ada pekerja yang terluka. Saya sudah cek. Jadi karena api itu meledak di atas, mereka sempat lari keluar,” tutur Soni.

Delapan unit mobil pemadam kebakaran yang berulang kali datang dan pergi untuk pengisian air, akhirnya berhasil menghalau api empat jam kemudian. Atas musibah ini, polisi akan melakukan pemeriksaan kepada korban dan para saksi untuk memastikan penyebab kebakaran. Dari pendataan sementara, musibah itu menimbulkan kerugian material mencapai Rp1 miliar lebih.


Editor : Maria Christina