Petugas Kewalahan, Sampah Perayaan Tahun Baru di Pantai Bali Melonjak

Okezone ยท Selasa, 01 Januari 2019 - 14:43 WIB
Petugas Kewalahan, Sampah Perayaan Tahun Baru di Pantai Bali Melonjak

Seorang turis turut membersihkan sampah yang berserakan di kawasan Pantai Kuta, Badung, Bali, Selasa (1/1/2019). (Foto: Antara)

DENPASAR, iNews.id - Volume sampah perayaan Tahun Baru 2019 di kawasan Kabupaten Badung, Bali, dinilai telah memecahkan rekor. Petugas kebersihan sampai kelabakan melihat lonjakan sampai hingga 30 persen di banding tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Kabupaten Badung, Putu Eka Merthawan mengatakan, penumpukan sampah setiap usai acara malam pergantian tahun memang hal biasa, namun tahun ini paling parah dari sebelumnya.

"Kali ini lonjakan sampah sampai 30 persen, memecahkan rekor dari tahun-tahun sebelumnya," kata Eka saat dikonfirmasi wartawan di Kota Denpasar, Bali, Selasa (1/1/2019) siang.

BACA JUGA: Petugas Kebersihan DKI Sapu Bersih 327 Ton Sampah Tahun Baru

Dia mengaku kesulitan mengatasi lonjakan sampah tersebut, bahkan petugas di lapangan sampai kelabakan saat membersihkan sisa-sisa perayaan Tahun Baru 2019 di lokasi panggung hiburan dan sepanjang bibir pantai.

Lonjakan sampah ini terjadi hampir di sepanjang bibir pantai di Gumi Keris. Dari Pantai Kuta, Legian, Pererenan, Jimbaran hingga Batu Bolong. Tingginya volume sampah membuat Dinas LHK Kabupaten Badung mengerahkan 1.000 personel petugas.

"Kami mengerahkan 1.000 personel untuk mengatasi sampah perayaan dan kiriman, tapi tetap saja kewalahan meski sudah dibantu alat berat. Padahal tim kami sudah sejak pagi bekerja membersihkan sampah," ujar mantan Humas Kabupaten Badung ini.

BACA JUGA: 536 Petugas Kebersihan Disiapkan Antisipasi Kenaikan Sampah di Bandung

Melihat tingginya volume sampah, Eka mengimbau masyarakat untuk sadar akan kebersihan lingkungan dengan tidak membuat sampah sembarangan. Seperti kulit kembang api dan bungkus makanan ringan.

"Kalau masyarakat sadar tentunya beban kami berkurang, karena bisa fokus menangani sampah kiriman yang setiap penghujung tahun pasti terjadi lonjakan, karena curah hujan dan angin kencang,” pungkasnya.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal