PKB Harus Mampu Merespons dan Beradaptasi dengan Perubahan Zaman

Koran SINDO, Alex Aji Saputra ยท Rabu, 21 Agustus 2019 - 17:02 WIB
PKB Harus Mampu Merespons dan Beradaptasi dengan Perubahan Zaman

PKB memiliki banyak tantangan ke depan menghadapi perkembangan zaman. (Foto: SINDOnews)

NUSA DUA, iNews.id - Peneliti dan Founder Alvara Research Center Hasanuddin Ali mengatakan, tantangan PKB ke depan adalah kemampuan dalam merespons dan beradaptasi dengan perubahan zaman.

Menurut Hasanuddin, Indonesia itu ke depan menghadapi tiga tantangan yang cukup serius. Pertama, terkait struktur demografi Indonesia yang mayoritas penduduknya usia muda.

“Mereka yang dalam rentang usia 17 sampai 34 tahun itu, jumlahnya sekitar 34 persen. Itu generasi milenial,” ujarnya di sela-sela Muktamar PKB di Nusa Dua, Bali, Rabu (21/8/2019).

Kemudian secara demografi, lanjut Hasanuddin, mayoritas orang Indonesia itu tinggal di perkotaan. Kemudian mereka juga mayoritas kelas menengah. “Jadi secara demografis mereka penduduk kota, milenial kemudian kelas menengah,” katanya.

Jika melihat kondisi ini, Hasanuddin menilai NU dan PKB tidak kuat. Sebab warga NU dan PKB mayoritas orang desa, kelas menengah ke bawah. “Jadi tantangan pertama inilah yang dihadapi NU dan PKB dalam struktur demografi,” katanya.

BACA JUGA: Cak Imin Klaim PKB Sudah Jadi Partai Islam Terbesar di Dunia

Kemudian tantangan kedua, jelas Hasanudiin, adalah soal munculnya kompetensi baru yg berbasis revolusi indutri 4.0. Digitalisasi merasuk ke semua sektor kehidupan Indonesia.

“Makanya tepat, saya dengar Cak Imin bilang PKB partai modern berbasis digital. Ini untuk merespons berubahan perilaku masyarakat yang semakin digital. Kehidupan orang sekarang tak lepas dari gadget," kata Hasanuddin.

Ketiga, adalah tantangan terkait tren intoleransi dan radikalisme. “Kalau tantangan ini sudah jelas NU dan PKB sudah terlibat sangat dalam melawan intoleransi dan radikalisme,” ujar Hasanuddin.

Terkait Munas Alim Ulama yang melahirkan Seruan Bali berisi lima rekomendasi Alim Ulama, Hasanuddin menilai sudah sangat menggambarkan dengan apa yang harus dilakukan PKB ke depan.

Bagi Hasanuddin, ada tiga hal yang harus dilakukan PKB ke depan. Pertama, adalah memperkuat soliditas partai. “Partai harus solid karena tantangan yangl dihadapi tidak mudah. Maka harus solidkan, gerak satu langkah dari atas sampai ke bawah,” ujarnya.

Kedua, lanjut Hasanuddin, PKB harus membuka diri terhadap kader lintas keilmuan. Jangan terlalu banyak sarjana agamanya. “PKB perlu memasukkan kader lintas keahlian. Ini untuk menjawab tantangan digitalisasi dan kemajuan teknologi,” katanya.

Adapun yang ketiga, Hasanuddin menyebut perlunya PKB memasukkan kader muda untuk menempati posisi dalam struktur partai.

“Perlu orang-orang yang lahir tahun 80 ke atas. Yang usia 35, 37. Mereka bisa menempati posisi penting dalam kepengurusan PKB. Ini utk merespons pemilih muda yang semakin besar tahun 2024,” ujarnya.

“Anak muda itu bisa didekati oleh anak muda sendiri. Maka anak muda harus diberi ruang dalam struktur PKB,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki