Polisi Tangkap WNA Iran Pencuri Bermodus Hipnotis di Tabanan Bali

Antara ยท Selasa, 30 Juli 2019 - 14:19 WIB
Polisi Tangkap WNA Iran Pencuri Bermodus Hipnotis di Tabanan Bali

Ilustrasi kejahatan hipnotis. (Foto: Sindonews).

TABANAN, iNews.id - Polisi menangkap warga negara asing (WNA) asal Iran di Kabupaten Tabanan, Bali, yang diduga terlibat kasus pencurian dengan modus menggunakan hipnotis. Aksi mereka terekam kamera CCTV saat mengelabui korbannya di kawasan Sari Nadi.

Kasat Reskrim Polres Tabanan, AKP I Made Prama mengatakan, ketiga pelaku yakni Reza Ghanaati Pour (26), Seyed Ali Mirsshhrez (49), dan Reza Hussain (25). Mereka merupakan WNA asal Iran yang sedang berkunjung di Tabanan, Bali.

"Para menghipnotis penjaga toko UD Sari Nadi, dan merampas uang di tempat usaha korban," kata Made Prama kepada wartawan di Mapolres Tabanan Bali, Selasa (30/7/2019).

BACA JUGA: Kena Hipnotis, Sopir Taksi Online di Palembang Dirampok Penumpang

Aksi mereka ini terekam di CCTV Toko UD Sari Nadi. Pantauan CCTV, para pelaku menyeberang jalan, lalu mereka masuk ke Toko UD Sari Nadi. Korban dihipnotis saat sedang berjaga di Toko UD Sari Nadi di Banjar Baturiti Kaja, Desa Baturiti.

Di dalam toko, mereka berkomunikasi dengan korban. Kemudian salah satu dari mereka mengambil uang di dalam laci dan akhirnya keluar. Korban yang diduga masih dalam pengaruh hipnotis tersebut, sempat mengantar sampai di depan toko.

"Tidak ada curiga saya, meski bule ini datang dengan jalan kaki," kata korban yang merupakan penjaga toko, Made Putri Artyani.

Dia mengira dua bule tersebut benar-benar berbelanja seperti langganan yang lain. Setibanya di toko tersebut, pelaku yang menggunakan bahasa Inggris membeli bawang putih.

BACA JUGA: Pelaku Hipnotis di Kolaka Diamankan Polisi saat Akan Beraksi

Setelah itu, pelaku Reza Ghanaati menanyakan kepada korban tentang pecahan uang paling besar di Indonesia. Mengingat korban Putri tidak bisa berbahasa Inggris, dia ambilkan uang pecahan Rp100.000 di laci toko dan diperlihatkan ke pelaku.

"Seingat saya, bule ini mengibas-ngibas uang yang saya berikan, setelah itu saya sudah tidak ingat apa pun. Saya tahu kejadian ketika melihat CCTV," katanya lagi.

Putri mengaku sadar setelah pundaknya ditepuk oleh sopir yang datang setelah mengirim wortel bernama I Komang Partana. Sopir Partana meminta Putri mengecek setoran dan mendadak ingat dan langsung memeriksa laci toko.

"Ternyata, uang yang ada di laci semula berjumlah Rp20 juta dan sudah terhitung berkurang sekitar Rp8 juta lebih," ujarnya.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal