Profil Bintang Puspayoga, Istri Mantan Menteri Koperasi yang Kini Jadi Menteri PPPA

Antara ยท Rabu, 23 Oktober 2019 - 17:27 WIB
Profil Bintang Puspayoga, Istri Mantan Menteri Koperasi yang Kini Jadi Menteri PPPA

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmavati bersiap mengikuti foto bersama seusai pelantikan menteri Kabinet Indonesia Maju di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019). (ANTARA FOTO/Wahyu Putro)

DENPASAR, iNews.idI Gusti Ayu Bintang Darmavati atau dikenal dengan Bintang Puspayoga ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Perempuan kelahiran Kota Denpasar, pada 24 November 1968 itu, menjadi salah satu wajah baru pengisi Kabinet Indonesia Maju 2019-2024.

Masuknya Bintang Puspayoga dalam Kabinet Indonesia Maju, seakan menjadi kejutan bagi Bali. Sebab, namanya tidak termasuk dalam kandidat yang santer diwacanakan sebagai calon menteri dari Bali. Dia juga bukan politisi PDI Perjuangan, partai yang meraup suara mayoritas dalam Pemilu 2019 di Pulau Dewata itu.

Bintang Puspayoga diketahui sebagai istri dari Menteri Koperasi dan UKM pada Kabinet Kerja 2014-2019, Anak Agung Ngurah Puspayoga yang juga mantan wakil gubernur Bali. Lulusan S2 Kajian Budaya, Universitas Udayana itu memulai kariernya sebagai salah ASN di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar.

Dia juga baru mendatangi Istana sesaat menjelang pengumuman kabinet pada Rabu (23/10/2019) pagi, bersama rombongan calon menteri yang telah dipanggil ke Presiden Jokowi ke Istana pada Senin dan Selasa (21-22 Oktober 2019).

Bintang Puspayoga tercatat sebagai PNS di Pemkot Denpasar sejak 24 Desember 2008. Dia kemudian menduduki posisi pertama sebagai Inspektur Pembantu Wilayah III pada Inspektorat Kota Denpasar sejak 31 Desember 2008.

 

BACA JUGA:

Bamsoet Sebut Kabinet Indonesia Maju The Dream Team

Komposisi Menteri Kabinet Indonesia Maju, 16 dari Parpol

 

Jabatan di birokrasi dari Bintang Puspayoga kemudian naik lagi ke eselon II b dengan posisi sebagai Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Pemkot Denpasar pada 21 Maret 2013.

Terakhir, Ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Provinsi Bali itu terpilih menjadi Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Setda Kota Denpasar sejak 29 Mei 2019 setelah menempati peringkat teratas dalam seleksi terbuka yang dilakukan tim seleksi saat itu.

Dalam seleksi terbuka saat itu, Bintang Puspayoga mengungguli pesaingnya I Wayan Budha (Camat Denpasar Selatan) dan I Ketut Gede Suaryadala (Kabid Cagar Budaya Dinas Kebudayaan Denpasar).

Terpilihnya Bintang Puspayoga menjadi menteri Kabinet Indonesia Maju, mendapat sambutan positif dari masyarakat Bali, terutama jajaran Pemkot Denpasar.

“Kami 'angayu bagia' berterima kasih pada Tuhan Yang Maha Esa karena putri terbaik Bali, khususnya Kota Denpasar, dipercaya Bapak Presiden sebagai salah satu menteri. Apalagi tatkala mendampingi Bapak Puspayoga, dengan menjadi Ketua PKK Kota Denpasar memang sangat intens dan konsen sekali dalam bidang pembangunan perempuan dan anak sehingga Kota Denpasar berhasil dijuluki sebagai Kota Layak Anak,” kata Sekretaris Kota Denpasar Anak Agung Ngurah Rai Iswara.

Dengan prestasi Bintang Puspayoga yang juga mencatatkan sejarah sebagai wanita pertama dari Bali yang menjadi menteri, menurut Rai Iswara, juga dapat menjadi catatan bagi para ASN untuk terus meningkatkan kualitas diri.

“Kalau sudah mempunyai talenta, dan juga bekerja keras, mau terus meningkatkan kualitas diri, sangat memungkinkan ASN mendapatkan posisi strategis hingga dipercaya menjadi menteri seperti Bu Bintang,” katanya.

 

Prestasi di Denpasar

Nama Bintang Puspayoga sudah melekat dalam dua maskot Kota Denpasar, yakni Tari Sekar Jempiring dan Lagu Jempiring Putih. Bekerja sama dengan seniman, dia menciptakan maskot itu saat menjadi pendamping Anak Agung Ngurah Puspayoga ketika menjabat Wali Kota Denpasar.

“Bintang Puspayoga itu memiliki tiga dimensi kecerdasan, kecerdasan intelektual, kecerdasan emosi, sekaligus kecerdasan sosial dan religius,” kata Rai Iswara.

Ketika menjadi Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Pemkot Denpasar, Bintang Puspayoga juga mengusulkan untuk membuat kartu Guna Sewaka Dharma. Kartu ini sekaligus bisa dimanfaatkan untuk layanan ketenagakerjaan, kesehatan dan pendidikan dalam satu kartu.

Dia juga aktif dalam kegiatan sosial seperti menjadi Ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Provinsi Bali dan sempat menjabat sebagai Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMS) Bali.

Selain itu, Bintang Puspayoga aktif di beberapa organisasi. Sebagai istri Menteri Puspayoga, Bintang menjabat sebagai Dewan Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Koperasi dan UKM.

Dia juga menjabat sebagai Ketua Bidang Manajemen Usaha Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Ketua Bidang II Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), dan Ketua Bidang Peningkatan Kualitas Keluarga Besar Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja.

Meskipun dari Denpasar, Bintang Puspayoga dipercaya tidak akan selalu berkutat memikirkan Denpasar karena sekarang sudah menjadi milik nasional. Pemkot Denpasar juga berharap Bintang cepat menyesuaikan diri dengan tugas barunya, sesuai harapan Presiden agar para menteri melaksanakan tugas dengan cepat dan tepat.


Editor : Maria Christina