PVMBG Sebut Erupsi Susulan Gunung Agung Bisa Terjadi Sewaktu-waktu

Anak Agung Ari Wiradarma ยท Jumat, 11 Januari 2019 - 09:41 WIB
PVMBG Sebut Erupsi Susulan Gunung Agung Bisa Terjadi Sewaktu-waktu

Visual Gunung Agung dari Pos Pengamatan PVMBG di Kabupaten Karangasem, Bali, Jumat pagi (11/1/2019). (Foto: iNews/Anak Agung Ari Wiradarma)

KARANGASEM, iNewsd.id – Aktivitas vulkanik Gunung Agung, Kabupaten Karangasem, Bali, masih labil pascaerupsi, pada Kamis malam (10/1/2019). Potensi gunung tertinggi di Bali ini mengalami erupsi susulan sangat tinggi dan bisa terjadi sewaktu-waktu.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Agung Dewa Made Mertayasa mengatakan, setelah erupsi, sistem pipa magma kawah gunung kian terbuka. Hal ini menyebabkan Gunung Agung berpotensi mengalami erupsi susulan tanpa memerlukan banyak gempa vulkanik lagi.

“Sistem pipa magma kawah gunung yang masih terbuka menyebabkan erupsi susulan bisa terjadi kapan saja. Jelang berapa menit atau berapa jam saja, itu bisa terjadi. Timbulnya gempa itu masyarakat kan tidak tahu, tapi terlihat di seismik,” kata Dewa Made Mertayasa di Karangasem, Jumat (11/1/2019).

BACA JUGA:

Kembali Erupsi, PVMBG: Gunung Agung Berstatus Siaga

Status Gunung Agung Siaga, Ini Rekomendasi PVMBG

Meskipun demikian, hingga kini Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) belum meningkatkan status Gunung Agung. Saat ini, statusnya masih level III atau Siaga. Zona ancaman bahaya bagi masyarakat dalam radius 4 kilometer (km) dari puncak gunung.

“Untuk itu, masyarakat terus diimbau tidak melakukan aktivitas maupun pendakian dalam radius berbahaya tersebut. Zonanya masih tetap, radius 4 km dan belum diperluas. Ini berdasarkan data kegempaan vulkaniknya yang tidak terlalu banyak,” kata Dewa Made.

Sementara dari Pos Pengamatan Gunung Api Agung di Desa Rendang, Kecamatan Rendang, Karangasem, Bali, pada Jumat pagi (11/1/2019), secara visual tampak Gunung Agung masih mengeluarkan embusan asap tipis. Ketinggiannya kurang dari 100 meter dari puncak gunung.

Sesuai rekaman seismogram, dalam enam jam terakhir dari pukul 00.00 WITA hingga 06.00 WITA, terekam gempa embusan sebanyak dua kali dengan amplitudo 1-1,5 mm berdurasi 8 – 11 detik. Selain itu, terekam gempa vulkanik dangkal sebanyak satu kali dengan amplitudo 2 milimeter berdurasi 12 detik.


Editor : Maria Christina