Sindikat Hipnotis Internasional Ditangkap, Barang Bukti Rp3 M Disita

Antara ยท Rabu, 31 Oktober 2018 - 13:10 WIB
Sindikat Hipnotis Internasional Ditangkap, Barang Bukti Rp3 M Disita

Ilustrasi penipuan bermodus hipnotis. (Foto: Sindonews)

BALI, iNews.id – Kepolisian Resor (Polres) Jembrana, Bali, meringkus tujuh orang anggota sindikat penipuan dengan modus hipnotis yang melibatkan tiga warga negara asing (WNA) China. Dari sindikat ini, polisi menyita barang bukti senilai lebih dari Rp3 miliar.

Wakapolres Jembrana Kompol I Komang Budiarta memaparkan, tiga WNA China tersebut yakni, CCC (38), HPS (37) dan CA (33). Sementara empat lainnya warga Indonesia dan seluruhnya perempuan, DIH (40) warga Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah; MS (41) warga Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur; Mul (33) asal Kabupaten Tanjungpinang, Provinsi Riau; dan TFK (27), warga Provinsi Banten.

“Dari tujuh pelaku tersebut, empat orang WNI yang seluruhnya perempuan. Tiga di antaranya memiliki hubungan dengan tiga warga laki-laki dari China tersebut, baik sebagai pacar maupun isteri,” papar Wakapolres Jembrana di Negara, Rabu (31/10/2018).

Para tersangka ditangkap di salah satu vila di Kabupaten Karangasem. Dari penangkapan tersebut, polisi menyita barang bukti senilai lebih dari Rp3 miliar yang terdiri atas uang Rp630 juta serta perhiasan emas 3,5 kilogram lebih. Barang bukti tersebut tidak hanya dari aksi mereka di Kabupaten Jembrana, tapi juga di wilayah lain, termasuk Denpasar.


BACA JUGA: Polda Metro Jaya Tangkap 3 Penipu Modus Hipnotis di Bandara Bandung


Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jembrana AKP Yusak Agustinus Sooai menambahkan, saat beraksi, ketujuh tersangka mencari korban orang-orang yang sudah berusia tua, namun memiliki usaha yang mapan. Hasil penyelidikan, DIH dan MS lebih banyak berperan. “Keduanya mendekati korban, termasuk dengan menggunakan hipnotis sehingga korban patuh menuruti seluruh kemauan pelaku,” katanya.

Selain dengan hipnotis, pelaku juga pintar merayu korban termasuk dengan menakut-nakuti apabila korban dilihat mulai tidak mau mengikuti kemauan mereka. “Seperti korban yang dari Jembrana, dia juga ditakut-takuti apabila tidak menyerahkan uang untuk sejenis ritual, maka anaknya akan meninggal,” katanya.

WNA China itu juga tidak terus-menerus tinggal di Indonesia. Setelah menjalankan aksinya mereka kembali ke negaranya, dan kembali lagi ke Indonesia untuk melakukan aksi kejahatan serupa. Polisi masih mengembangkan kasus ini lebih lanjut, untuk mengetahui di mana saja sindikat ini sudah menjalankan aksinya, karena dugaan kuat mereka beroperasi di berbagai daerah.


BACA JUGA: Polisi Tangkap 4 Pelaku Kejahatan Hipnotis dalam Angkot, 2 Ditembak


Kasus ini terungkap setelah polisi mendapat laporan dari korban. Di Kabupaten Jembrana, polisi mendapatkan laporan dari Sulastri (69), warga Dusun Sumbul, Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo. Pemilik salah satu rumah makan di pinggir jalan raya Denpasar-Gilimanuk itu melaporkan terkena hipnotis atau gendam sehingga tanpa sadar menyerahkan uang Rp650 juta serta sejumlah perhiasan emas kepada tujuh tersangka.

“Pelaku yang tergabung dalam sindikat ini termasuk kelas kakap karena korban sama sekali tidak berdaya saat disuruh mengambil uang tunai di dua bank berbeda dengan nilai Rp650 juta,” katanya.

Dari laporan Sulastri, Kapolres Jembrana AKBP Budi Pardamean Saragih membentuk tim untuk melakukan pengejaran baik di Bali maupun ke Pulau Jawa. Selain dari rekaman CCTV, keberadaan pelaku terlacak setelah tim yang berangkat ke Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, mengetahui pelaku kembali ke Bali. Di Bali, tim melakukan pengejaran terhadap sindikat ini dan menangkap mereka di salah satu vila di Kabupaten Karangasem.


Editor : Maria Christina