Soal Papua, Ketum PBNU Said Aqil Minta Aparat Tak Gunakan Kekerasan

Koran SINDO, Alex Aji Saputra ยท Selasa, 20 Agustus 2019 - 17:58 WIB
Soal Papua, Ketum PBNU Said Aqil Minta Aparat Tak Gunakan Kekerasan

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj (kanan) dan Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar berjalan menuju tempat acara Munas Alim Ulama Muktamar V PKB di Nusa Dua, Bali. (Foto: Koran SINDO/Alex Aji Saputra)

NUSA DUA, iNews.id – Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj meminta kepada aparat kepolisian untuk segera menenteramkan suasana beberapa wilayah di Papua yang saat ini memanas dengan bijak dan arif tanpa menggunakan kekerasan.

“Saya berharap kepada aparat kepolisian agar segera menentramkan suasana dengan bijak dan arif, tidak menggunakan kekerasan,” kata Kiai Said saat menghadiri Munas Alim Ulama Muktamar V PKB di Nusa Dua, Bali, Selasa (20/8/2019).

Menurut Said Aqil, gesekan-gesekan yang memicu kerusahan di beberapa kota di Papua itu sebenarnya tidak perlu terjadi jika semua pihak bisa mengambil sikap dan hati yang besar, serta saling menghormati.

“Sebenarnya itu adalah merupakan suatu gesekan-gesekan yang tak perlu terjadi kalau kita kembali ke kepala yang dingin. Mengambil sikap dengan kepala yang dingin, hati yang besar, toleran, saling menghormati dan menghargai. Karena itu merupakan ujian yang harus kira hadapi dengan tenang dan dewasa,” katanya.

BACA JUGA: Kota Sorong Kembali Memanas, Massa Serang Wali Kota dan Blokade Jalan

Kiai Said mengatakan, Nahdlatul Ulama (NU) sangat menyayangi masyarakat yang ada di Papua dan menganggap mereka semua adalah saudara-saudara NU. “NU menyayangi, mengasihi dan menganggap itu mereka semua saudara-saudara NU,” ucapnya.

Sementara itu, KH Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq) mengajak semua pihak untuk tetap menjaga kerukunan sesama anak bangsa. “Kita semua diwariskan bangsa ini dengan aman karena sudah menjadi pilihan mutlak para pendiri bangsa. Menyatukan puluhan bangsa, puluhan suku menjadi satu bangsa bernama Indoneisa. Mari kita jaga kerukunan sesama anak bangsa, kita wriskan kepada anak cucu kita,” katanya.

Kerusuhan di beberapa kota di Papua pecah pada Senin (19/8/2019) sebagai bentuk protes atas dugaan persekusi terhadap mahasiswa asal Papua di Surabaya, Malang, dan Semarang. Saat ini, suasana di Papua sudah berangsur kondusif.


Editor : Kastolani Marzuki