Tertinggi Ketiga di Dunia, Jokowi Resmikan Patung Garuda Wisnu Kencana

Antara ยท Sabtu, 22 September 2018 - 20:33 WIB
Tertinggi Ketiga di Dunia, Jokowi Resmikan Patung Garuda Wisnu Kencana

Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo saat tiba di Bandara Ngurah Rai, Bali. (Foto: Biro Pers Setpres)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

BALI, iNews.id – Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengunjungi Desa Ungasan, Kuta Selatan, Bali, Sabtu (22/9/2018). Kedatangannya untuk meresmikan Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang menjadi tertinggi ketiga di dunia.

Presiden dan Ibu Iriana yang berkebaya Bali warna merah tiba di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, pukul 16.40 Wita. Rombongan menggunakan pesawat Kepresidenan Indonesia-1 melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Saat tiba di bandara, Presiden disambut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Gubernur Bali I Wayan Koster, Pangdam IX Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, Kapolda Bali Irjen Petrus Reinhard Golose dan Ketua DPRD Bali I Nyoman Ardi Wiryatama.


Rencananya, Patung GWK setinggi 121 meter atau 271 meter dari permukaan laut (dpl) akan diresmikan malam hari ini. Patung itu dibangun di atas lahan seluas 60 hektare.

Pembuatannya melalui proses panjang selama 28 tahun oleh seniman sekaligus desainer Nyoman Nuarta. Proses pembuatan patung tembaga itu menggunakan teknik cor las untuk 754 modul.

Satu modulnya berukuran 4x3 meter dengan berat kurang lebih satu ton. Bahkan, pembuatan patung pernah melibatkan 1.000 pekerja yang terbagi menjadi dua, yakni 400 pekerja di Bandung dan 600 pekerja di Bali.

Patung GWK merupakan wujud dari Dewa Wisnu sedang mengendarai seekor Garuda. Dalam agama Hindu, Dewa Wisnu merupakan Dewa Pemelihara (Sthiti).

Diketahui, awal pembangunan Patung GWK bermula dari gagasan Nyoman Nuarta bersama Menteri Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi Joop Ave, dan Gubernur Bali Ida Bagus Oka, serta Menteri Pertambangan dan Energi Ida Bagus Sudjana, sekitar 1989.

Pada awal 1990, rencana itu dipresentasikan ke Presiden Soeharto dan disetujui. Peletakan batu pertama pembangunan Cultural Park patung itu di Bukit Ungasan Jimbaran pada 1997. Sementara pembuatan keping-kepingnya melibatkan 120 seniman.

Lokasi tempat dibangunnya Cultural Park GWK merupakan lahan bekas penambangan kapur liar namun sudah tidak produktif. Lahan ini ditinggalkan dalam keadaan yang kurang baik. Patung GWK merupakan yang tertinggi ketiga di dunia setelah The Spring Temple Buddha di China dan The Laykyun Sekkya Buddha di Myanmar.


Editor : Donald Karouw