Viral Video Perkelahian Penghuni Mes di Badung, Kakak Adik Tebas 3 Pekerja Gudang Besi

I Gusti Bagus Alit Sidi W ยท Selasa, 05 November 2019 - 09:15 WIB
Viral Video Perkelahian Penghuni Mes di Badung, Kakak Adik Tebas 3 Pekerja Gudang Besi

Wakapolres Badung Kompol Sindar Sinaga menunjukkan barang bukti yang disita dari pelaku penganiayaan dan pengeroyokan di Mapolres Badung, Kabupaten Badung, Bali, Selasa (5/11/2019). (Foto: iNews/Bagus Alit)

BADUNG, iNews.idPerkelahian di sebuah mes perusahaan gudang besi di Jalan Muding Mundeh Nomor 24, Kerobokan, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, berujung dengan aksi penebasan. Dua kakak adik membabi buta menebas sejumlah orang hingga melukai tiga korban. Aksi keduanya terekam kamera CCTV dan videonya viral di media sosial.

Dalam perkelahian yang terjadi pada Sabtu (2/11/2019) tersebut, tiga orang menjadi korban dan hingga kini satu orang masih dalam kondisi kritis karena mengalami luka terbuka di bagian kepala.

Pascakejadian itu, Polres Badung telah menetapkan empat tersangka. Selain kak adik Semi Adibu Oktavianus (27) dan Seniks Simbri Oktavianus (25), polisi juga menetapkan Sugianto alias Toing dan Duro sebagai tersangka karena menganiaya kakak adik tersebut.

Dalam rekaman kamera CCTV di Mes Gudang Besi PT Supra Bintang Utama Gatsu Barat, Jalan Muding Mundeh Nomor 24 itu memperlihatkan detik-detik perkelahian. Kedua pelaku kakak adik yang membawa senjata tajam, terlihat mengamuk.

 

BACA JUGA:

15 Siswa PKL asal Pandeglang Kabur di Timika Papua akibat Disiksa ABK di Atas Kapal

Tak Sudi Anak Gadisnya Dinikahi Duda, Mertua di Banyuasin Sumsel Bacok Menantu

 

Kakak adik ini menyerang sejumlah pekerja secara membabi buta. Pelaku Semi Adibu Aktavianus berkali-kali memukul bagian kepala salah satu korban, yaitu Abdi Arizii (42), hingga luka parah di kepala belakang. Korban Abdi Arizii sebenarnya ingin melerai keributan antara pelaku dengan rekan kerjanya.

Keributan berawal dari pesta minuman keras yang dilakukan Abdi Arizii bersama dua rekannya, yaitu Salim dan Andi Duro. Sebagai teman, Semi Adibu Oktavianus sempat menawarkan kopi kepada ketiga rekannya. Namun, tawaran itu ditanggapi berbeda oleh Andi Duro sehingga memicu terjadi pertengkaran.

“Kedua belah pihak yang bertikai sejak lama ada permasalahan di tempat kerjanya. Saat kejadian, keduanya juga diduga dalam pengaruh alkohol,” kata Wakapolres Badung Kompol Sindar Sinaga di Mapolres Badung, Senin (4/11/2019).

 

BACA JUGA: Warga Geger, Guru Ngaji di Desa Mlaten Pasuruan Tiba-tiba Dibacok di Musala

 

Semi Adibu Oktavianus yang awalnya kalah berlari masuk ke kamar dan menghubungi adiknya, Seniks Simbri Oktavianus. Tak lama, Seniks mendatangi TKP sambil menenteng golok hendak membantu sang kakak. Kedatangan Seniks langsung membuat heboh karena pria 25 tahun tersebut dengan membabi buta langsung mengamuk dan menyerang penghuni mes.

Mendapat penyerangan, penghuni mess juga sempat melakukan perlawanan dengan menyerang balik kedua pelaku. Kepala gudang besi, Sugianto, juga membawa senjata dari kamarnya dan memukul kakak adik tersebut yang mengeroyok korban Arizii. Sementara pekerja lain, Duro, menyerang kakak adik itu menggunakan pedang.

Ketiga korban dengan kondisi luka di sekujur tubuh, sempat meminta tolong pecalang atau pengamanan adat setempat. Mereka kemudian dibawa menuju rumah sakit terdekat guna mendapat perawatan. “Jadi, ada tiga korban dalam peristiwa ini,” ujarnya.

Pascakejadian tersebut, polisi mengamankan para penghuni mess. Kakak beradik Seniks Simbri Oktavianus dan Semi Adibu Oktavianus, serta Sugianto dan Duro resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Namun, polisi baru menahan tiga tersangka. Sementara Andi Duro masih buron karena langsung kabur pascakejadian tersebut. Dalam kasus ini, kakak adik itu juga membuat laporan di Polsek Kuta Utara karena merasa menjadi korban pengeroyokan.

“Kami juga mengamankan barang bukti parang, palu, pedang dan double stick. Dalam kasus untuk tiga korban ini, pelaku dikenakan Pasal 170 tentang Pengeroyokan dan Pasal 351 tentang Penganiayaan. Jadi ada tiga berkas nanti,” katanya.


Editor : Maria Christina