WNA Peru Jalani Sidang di PN Denpasar karena Sembunyikan Kokain di Saluran Pencernaan

Antara ยท Senin, 07 Oktober 2019 - 21:21 WIB
WNA Peru Jalani Sidang di PN Denpasar karena Sembunyikan Kokain di Saluran Pencernaan

Ilustrasi kokain. (Foto: Istimewa)

DENPASAR, iNews.id - Warga negara asing (WNA) asal Peru, Guido Torres Morales (55) menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Senin (7/10/2019) atas kasus kepemilikan 950 gram narkotika jenis kokain. Terdakwa menyimpannya di dalam saluran pencernaan dengan cara menelannya.

"Terdakwa tanpa hak atau melawan hukum, memproduksi, mengimpor, mengekspor atau menyalurkan narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman jenis kokain seberat 950 gram," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU), Anak Agung Gede Putra dalam dakwaan pertama.

Atas perbuatannya, Morales didakwa dengan dua pasal, pertama Pasal 113 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan kedua, Pasal 112 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

BACA JUGA: Cucu Konglomerat Diduga Sudah 2 Tahun Konsumsi Kokain

"Terdakwa tanpa hak atau melawan hukum, memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman berupa kokain seberat 950 gram," kata (JPU) saat dalam dakwaan kedua.

Anak Agung Gede Putra menguraikan, terdakwa menumpang salah satu maskapai penerbangan dari Dubai ke Denpasar, Rabu, (26/6/2019). Saat itu, terdakwa membawa 125 buah gulungan aluminium foil yang terbungkus dengan plastik bening yang disembunyikan di dalam saluran pencernaan dengan cara ditelan.

"Terdakwa mengaku, barang tersebut didapat dari seseorang yang tidak dikenalnya, saat berada di atas pesawat, yang selanjutnya akan terdakwa serahkan pada seseorang yang menunggu di sebuah hotel di Bali," kata Jaksa.

Saat kedatangan terdakwa di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, terdakwa dicurigai dan diperiksa petugas. Usai pemeriksaan itu, petugas curiga, terdakwa membawa barang-barang terlarang sehingga dilakukan rontgen.

BACA JUGA: BNNP Sulut Musnahkan 996,84 Gram Kokain Temuan di Perairan Kima Bajo

Saat dilakukan rontgen, terindikasi ada benda mencurigakan dalam saluran pencernaannya. Barang itu dikeluarkan dan didapati 124 buah kokain dengan berat keseluruhannya 942,4 gram netto.

Terdakwa lalu diserahkan ke Polda Bali. Saat berada di kantor Polda Bali, terdakwa kembali mengeluarkan satu gulungan aluminum foil yang terbungkus dengan plastik bening, dengan berat 7,6 gram netto.

Saat persidangan, terdakwa yang bekerja sebagai sistem analisis ini, didampingi oleh penasehat hukum dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar dan seorang penerjemah.

Di hadapan majelis hakim yang diketuai oleh Ida Ayu Adnyana Dewi, terdakwa tidak mengajukan eksepsi atas dakwaan yang diuraikan JPU selama persidangan. Untuk itu, persidangan dilanjutkan Senin, (14/10/2019) dengan agenda pemeriksaan saksi.

"Karena penuntut umum belum siap menghadirkan saksi, maka persidangan akan dilanjutkan minggu depan," katanya.


Editor : Umaya Khusniah