WNA Rumania Divonis 8 Bulan Penjara atas Kasus Skimming di Bali

Antara ยท Selasa, 08 Oktober 2019 - 20:01 WIB
WNA Rumania Divonis 8 Bulan Penjara atas Kasus Skimming di Bali

Ilustrasi skimming di mesin ATM. (Foto: Istimewa)

DENPASAR, iNews.id - Warga Negara Asing (WNA) asal Rumania, Alexandru Boarta (32) divonis delapan bulan penjara, di Pengadilan Negeri Denpasar, Bali, atas kasus skimming. Baik Jaksa Penuntut Umum (JPU) maupun pengacara terdakwa masih pikir-pikir.

"Mengadili, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 8 bulan, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan, dengan perintah tetap ditahan, denda Rp14 Juta subsider satu bulan kurungan," kata Ketua Majelis Hakim, IGN Putra Atmaja, Selasa (8/10/2019).

Majelis Hakim, menegaskan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum mengakses komputer atau sistem elektronik dengan cara apapun, melanggar, menerobos, melampaui, atau menjebol sistem pengamanan.

BACA JUGA: Skimming Kembali Marak, BI Imbau Gunakan Kartu Debit dengan Chip

Atas perbuatan tersebut, terdakwa dikenakan Pasal 30 ayat (3) Jo Pasal 46 UU RI No.1/2008 tentang informasi dan transaksi elektronik dan sesuai dakwaan alternatif ke-satu JPU.
Jaksa Penuntut Umum, I Nyoman Triarta Kurniawan mengatakan kasus bermula Senin (11/3/2019) di salah satu ATM yang berada SPBU Wiros Banjar Denkayu Baleran, Desa Werdi Buana, Badung, Bali.

Sebelumnya, terdakwa sempat memesan perangkat skimming secara online kepada seseorang yang dikenalnya di China. Setelah mendapat pesanannya berupa kamera, batere, dan scanner yang sudah dirakit, terdakwa pergi mengendarai sepeda motor untuk mencari mesin ATM yang sepi.

BACA JUGA: Lakukan Hal Ini agar Terhindar dari Kejahatan Skimming

"Tujuan terdakwa menginstal alat skimming di mesin ATM Bank BRI untuk merekam data kartu ATM yang dimasukkan seseorang saat mengambil uang," kata Triarta.

Alat skimming terdakwa juga terpasang kamera yang diarahkan ke tombol angka untuk merekam PIN yang ditekan oleh orang saat mengambil uang di mesin ATM. Polisi menangkap terdakwa saat sedang membongkar alat skimming yang sudah dipasangnya.

JPU menjelaskan melalui alat skimming itu, data nasabah akan langsung terekam oleh mesin skimming melalui sistem online di China. Setelah terekam, terdakwa akan dihubungi seseorang yang diketahui bernama Leng Tin Chen untuk menginformasikan kode PIN yang terekam di alat skimming tersebut.

Atas putusan tersebut, baik Jaksa Penuntut Umum dan Pengacara terdakwa menyampaikan akan pikir-pikir dahulu.


Editor : Umaya Khusniah