10 Kukang Jawa Dilepasliarkan di Hutan Gunung Sawal Ciamis

Acep Muslim ยท Jumat, 29 November 2019 - 18:16 WIB
10 Kukang Jawa Dilepasliarkan di Hutan Gunung Sawal Ciamis

Pelepasliaran 10 ekor kukang di Suaka Marga Satwa Gunung Sawal, Ciamis Jabar. (Foto: iNews/Acep Muslim)

CIAMIS, iNews.id – Sebanyak 10 ekor kukang jawa dilepas ke habitatnya di Suaka Marga Satwa Gunung Sawal, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat (Jabar). Sebelumnya, hewan-hewan ini menjalani perawatan dan pemulihan di Pusat Rehabilitasi International Animal Rescue (IAR) Indonesia di Bogor.

Pelepasliaran kukang jawa ini dilaksanakan IAR Indonesia bersama Bidang Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah III Ciamis, aktivis lingkungan dan warga Desa Nasol, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, Kamis (28/11/2019) siang.

Proses pelepasliaran diawali di titik kumpul yang berlokasi di Dusun Batumalang, Desa Nasol. Kukang-kukang ini diangkut menggunakan lima kandang yang memiliki tali gendongan mirip tas ransel. Satu gendongan berisi dua ekor kukang.

Rombongan harus berjalan kaki menempuh jarak sekitar kurang lebih satu jam menuju titik habituasi di Suaka Margasatwa Gunung Sawal. Lokasi ini berjarak sekitar tiga kilometer dari permukiman warga.

BACA JUGA: 17 Orang Utan yang Selesai Rehabilitasi, Dilepasliarkan ke Hutan di Kalimantan Tengah

Di tengah perjalanan, kukang diperiksa terlebih dulu, ditimbang, cek kesehatan dan cek pemancar yang dipasang. Ini bertujuan untuk memastikan kesehatan satwa dan alat berfungsi dengan baik.

Sebelum dilepasliarkan, kukang yang terdiri dari tiga jantan dan tujuh betina ini harus menjalani tahapan habituasi, sebagai proses adaptasi di lingkungan barunya.

Bentuk habituasi atau rumah sementara kukang berada di area terbuka yang dikelilingi jaring dan fiber di kawasan suaka. Di area habituasi, tumbuh berbagai jenis pohon untuk pakan alamiah dan naungan kukang.

Selama sekitar dua hingga empat minggu, kukang dibiarkan beradaptasi dan mengenal lingkungan barunya.

BACA JUGA: Macan Tutul Hitam Dilepasliarkan di Kawasan Gunung Ciremai Kuningan

Selama masa habituasi, tim di lapangan mengamati dan mencatat perkembangan perilaku hewan ini. Jika selama masa habituasi, semua kukang aktif dan tidak ada perilaku abnormal, maka barulah mereka benar-benar bisa dilepasliarkan ke alam bebas.

Manager Program IAR, Robithotul Huda mengatakan, akibat dipelihara warga, banyak kukang yang akhirnya mati. Salah satu faktornya yakni penyiksaan yang mereka alami sebelum diperjualbelikan.

“Tapi tren kesadaran masyarakat pada hewan dilindungi makin meningkat, kukang-kukang ini merupakan hasil serahan dari masyarakat,” katanya.

Huda mengatakan, di tahun-tahun sebelumnya, hewan yang dilepasliarkan merupakan hasil penegakan hukum aparat.

BACA JUGA: Miris, 1.359 Kukang Diperdagangkan Melalui Facebook

Menurut Huda, untuk mengembalikan kukang ke alam liar tidak semudah memburu atau mengambilnya. Membutuhkan tenaga dan biaya besar untuk mempersiapkan kukang bisa kembali ke habitatnya.

Proses pemantauan selama enam bulan masa habituasi akan dibantu dengan perangkat radio-transmitter. Kukang dipasangi radio-collar yang akan memancarkan sinyal ke radio-receiver.

Ini untuk membantu tim monitoring mengetahui keberadaan dan perkembangan adaptasi kukang di alam.

Sementara Kepala Bidang KSDA Wilayah III Ciamis, Andi Witria Rudianto menjelaskan program perlindungan dan pelestarian kukang jawa di kawasan konservasi di wilayah Jawa Barat ini merupakan kerja sama antara BBKSDA Jawa Barat dengan IAR Indonesia.

BACA JUGA: Warga Labura Luka-luka Diserang Buaya saat Memancing di Sungai Simangalam

“Dalam triwulan terakhir ini ada total 19 kukang jawa yang dilepasliarkan,” kata Andi.

Menurut Andi, kawasan konservasi memiliki ekosistem yang dinilai cocok sebagai tempat pelestarian dan perlindungan terhadap kelangsungan hidup kukang di Jawa Barat. Hal tersebut juga didukung hasil survei dan kajian tim IAR Indonesia bersama BBKSDA Jawa Barat.

Dia berharap, dengan adanya pelepasliaran ini, 10 kukang dapat berkembang biak dan melangsungkan hidupnya dengan baik.

BACA JUGA: Lumba-Lumba Mati di Sungai Kualuh, Ini Kata BBKSDA

“Kami melibatkan masyarakat lokal dalam prosesi program konservasi kukang ini agar mereka bisa menjaga dan melindungi kukang di habitatnya,” katanya.

Kawasan Gunung Sawal Ciamis memiliki potensi bagus dari segi keamanan kawasan, ketersediaan pakan, naungan, daya dukung habitat serta tingkat ancaman predator.

Hewan kukang jawa, kata Andi sudah mulai langka di alam. Namun dari segi sebaran, hewan endemik Jawa ini masih terdapat hampir di semua hutan di Pulau Jawa.


Editor : Umaya Khusniah