Cegah Beras Impor, Hasanah Janjikan Beri Lahan 2 Hektare ke Petani

Annisa Ramadhani · Senin, 14 Mei 2018 - 22:55 WIB
Cegah Beras Impor, Hasanah Janjikan Beri Lahan 2 Hektare ke Petani

Pasangan Cagub-Cawagub Jabar nomor urut 2 TB Hasanuddin-Anton Charliyan saat debat terbuka kedua Pilgub Jabar di Kampus UI Depok. (Foto: iNews.id)

DEPOK, iNews.id - Debat terbuka kedua Pilgub Jabar 2018 yang digelar di Kampus Universitas Indonesia (UI) Depok, Senin (14/5/2018) malam, berlangsung seru saat sesi tanya jawab antarpasangan calon. Pasangan calon nomor urut3, Sudrajat-Akhmad Syaikhu (Asyik) yang giliran melontarkan pertanyaan ke pasangan nomor urut 2, TB Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah).

“Jabar sebgai produksi padi sangat besar 12 juta ton per tahun, tetapi yang dikonsumsi paling banyak masyarakat Jabar hanya 4 juta ton. Di tengah-tengah kita kelebihan beras kita menyaksikan pemerintah mengimpor beras cukup banyak. Bagaimana tanggapan bapak?” kata Sudrajat dalam debat terbuka kedua yang disiarkan langsung stasiun iNews.

Menjawab pertanyaan tersebut, TB Hasanuddin mengatakan, jika melihat lumbung padi terbesar kedua setelah Jatim adalah Jabar. Dia mengatakan, ada penysuutan lahan cukup drastis 60 persen di mana petani menjual tanahnya karena kondisi ekonomi. Hal tersebut memengaruhi produksi beras secara nasional khususnya di Jawa Barat.

“Nanti, jika kami terpilih akan kami serahkan secara simbolis itu (tanah) kepada masing-masing petani mendapat lahan tambahan 1-2 hektare. Juga bantuan persoalan modal pupuk dan irigasi,” katanya.

Disinggung nilai tukar petani Jabar yang masih rendah, TB Hasanuddin menegaskan, harus ada kontrak antara petani dengan negara maupun perusahaan. Selain itu, yang ditanam petani jaga harus dipilih tanaman tertentu sesuai pasar. “Setelah itu, kualitasnya dijamin negara dan juga negara yang akan membeli. Sehingga petani tidak akan rugi,” tandasnya.

Hasanuddin juga menambahkan, upaya lain mengatasi ancaman krisis pangan yakni dengan menyediakan lumbung-lumbung padi apabila datang masa paceklik. “Lumbung padi ini petani yang megang kendali. Sistem pertanian modern harus ditingkatkan dengan sistem hidroponik,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki