135 Konsumen di Bandung Tertipu Proyek Properti Bodong Rp11,4 Miliar

Yogi Pasha ยท Selasa, 18 September 2018 - 10:28 WIB
135 Konsumen di Bandung Tertipu Proyek Properti Bodong Rp11,4 Miliar

Ilustrasi dugaan penipuan. (Foto: Okezone)

BANDUNG, iNews.id - Sedikitnya 135 konsumen yang berencana membangun rumah di sejumlah proyek properti jadi korban penipuan. Tidak tanggung-tanggung, jumlah kerugian para konsumen yang dilakukan kelompok usaha Syna Group itu mencapai Rp11,4 miliar. 

Kuasa hukum konsumen, Yun Ermanto mengatakan, jumlah korban penipuan properti bodong itu diperkirakan bakal terus bertambah. Hal itu setelah semakin banyaknya konsumen yang mendatangi posko pengaduan.

"Saat ini sudah ada 135 orang konsumen yang melapor dengan kerugian mencapai Rp11,4 miliar akibat penipuan properti yang dilakukan kelompok usaha Syna Group," kata Yun saat dihubungi, Selasa (18/9/2018). 

Yun menjelaskan, Syna Group merupakan kelompok usaha yang terdiri dari tiga perusahaan, yaitu PT Anairis Putri Cahaya, PT Jaka Tingkir Abadi, dan PT Bandung International Property.

Ketiga perusahaan properti itu berlokasi di Kota Bandung. Kelompok usaha ini menjual unit perumahan di empat lokasi, yaitu Syna Sindanglaya, Syna Cikadut, Syna Cigendel, dan Syna Cikancung. "Proyek perumahaannya tersebar di beberapa lokasi seperti Kabupaten Bandung dan Sumedang," kata dia. 

Namun, proyek empat perumahan yang mulai dipasarkan sejak 2016 itu tidak ada satupun yang terwujud dibangun menjadi rumah impian. Bahkan, kantor-kantor perusahaan tersebut kini sudah habis masa kontraknya. "Syna Sindanglaya sudah terjual sejak 2016. Sementara proyek lainnya baru dipasarkan tahun 2017. Tapi, gak ada satu pun yang jadi," ujar Yun. 

Yun mengaku, gelagat tidak kooperarif ini sudah mulai tercium konsumen pada 2016. Selain itu, Juli 2017, Syna Group kembali mempromosikan penjualan sejumlah perumahan dengan harga yang dibanderol  Rp100 juta bila dibayar tunai dan Rp270 juta jika mencicil. "Konsumen diperjanjikan bahwa rumah akan selesai sekitar bulan Juni 2018. Tapi, janji itu ternyata palsu," kata Yun. 

Dia menyebutkan, kasus mandegnya pembangunan ini telah dilaporkan konsumen Syna Sindanglaya kepada pihak kepolisian. Saat ini, para konsumen terus mendorong langkah kepolisian untuk mengusut tuntas kasus yang sudah dilaporkan sejak 2016 tersebut. "Konsumen berharap uang mereka bisa kembali dan tak ada lagi korban lain yang tertipu proyek properti bodong," ucap dia. 


Editor : Himas Puspito Putra